Lapan Luncurkan Satelit Pemantau Kapal A2

Lapan Luncurkan Satelit Pemantau Kapal A2

_20150619_112314

Prosatu.com Jakarta – Satelit pemantau kapal A2 milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan diluncurkan menumpang roket PSLV-C23 milik India pada Oktober 2015.

“Oktober nanti rencananya satelit Lapan-A2 diluncurkan untuk pemantauan kapal dan penginderaan jauh juga,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin di Jakarta, Jumat (19/6/2015).

Satelit Lapan-A2 yang memiliki orbit nirekuator ini, menurut dia, akan diluncurkan dari pangkalan antariksa Sriharikota, India. “Tantangannya akan lebih besar dengan orbit di ekuator”.

Satelit yang menghabiskan anggaran mencapai Rp50 miliar, termasuk biaya peluncurannya ini telah menjalani proses pemeliharaan sangat panjang mengingat peluncurannya tertunda sangat lama.

Lapan-A2 memiliki bobot 100 kg dan telah dilengkapi sensor Automatic Identification System (AIS) yang mampu mendeteksi pergerakan kapal-kapal di perairan Nusantara. Satelit akan melintas sebanyak 15 kali dalam waktu sekitar 20 menit per hari.

Jumlah lintasan ini lebih banyak dibandingkan dengan satelit-satelit yang mengorbit secara polar dengan lintasan hanya tiga kali dalam satu hari.

Sebelumnya Lapan menggelar Kolokium untuk mempersiapkan peluncuran satelit Lapan-A2. Kegiatan tersebut membahas kesiapan setiap unsur penunjang operasi satelit di stasiun bumi yang mencakup sistem stasium bumi, perangkat lunak kendali satelit, SOP operasi satelit Lapan-A2, kesiapan operator pelaksana operasi satelit, dan perawatan stasiun bumi yang akan disiapkan di Rancabungur, Rumpin, dan Biak.

Dalam empat hari pelaksanaan Kolokium pada Februari 2015 tersebut semua operator dan insinyur yang terlibat dalam operasi satelit dan perawatan stasiun bumi sudah benar-benar paham dan mengerti tugas tanggung jawabnya saat terlibat dalam kegiatan LEOP, IOT, Commissioning dan operasi rutin TT&C dan akuisisi data misi satelit Lapan-A2.

Lapan saat ini mempersiapkan satelit A3 untuk pemantauan pertanian bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Pengembangan hingga peluncuran satelit ini, menurut Thomas, menghabiskan anggaran sekitar Rp65 miliar.

“Selanjutnya kita mempersiapkan satelit Lapan-A5 dan Lapan-A6. Kita juga menyiapkan Inmarsat dengan ukuran besar, dan Menko Maritim meminta sensor radar juga terpasang di sana, biayanya mahal mencapai Rp5 triliun,” ujar dia.

Masalah penganggaran yang, menurut Thomas, sedang diupayakan. Pasalnya, anggaran Lapan per tahun saja masih berada di bawah Rp1 triliun. (ant/ps)