Cegah Kematian Akibat Stroke Dengan Metode DSA

Cegah Kematian Akibat Stroke Dengan Metode DSA

IMG-20160520-WA0033

Prosatu.com Jakarta – Stroke adalah penyakit yang sering kita dengar dan bisa menyerang siapa saja dan kapan saja, namun penyakit ini kebanyakan terjadi pada penderita tekanan darah tinggi dan kelainan jantung bawaan. Hingga saat ini stroke menjadi penyakit pembunuh nomor satu di dunia.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian sel-sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah

Aliran darah yang berhenti membuat suplai oksigen dan zat makanan ke otak juga berhenti, sehingga sebagian otak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Stroke berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik, yang salah satunya paling banyak diderita adalah stroke iskemik.

Penyebab utama timbulnya penyakit stroke iskemik. adalah pembekuan darah di pembuluh darah, Sebanyak 85 persen stroke disebabkan oleh jenis ini. Sisanya, sebanyak 15 persen disebabkan oleh stroke hemogarik, yakni stroke yang terjadi karena adanya perdarahan di otak.

DR, Dr Wismaji Sadewo, Sp.BS (K) dokter spesialis bedah saraf RS Pemier Jatinegara mengatakan “Stroke iskemik terjadi pada sel-sel otak yang mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi yang disebabkan penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah,”

“Diperlukan tindakan DSA dalam penaganan iskemik stroke ini harus segera di lakukan setelah terjadinya serangan stroke atai disebut dalam masa golden periide 3 – 6 jam setelah serangan sehingga kecacatan akibat stroke iskemik ini dapat di minimalisir,” ujar DR, Dr Wismaji Sadewo, Sp.BS (K) dalam Media Gathering RS Premier Jatinegara di Jakarta, Rabu (20/4/2016)

Metode DSA (Digital Substracyion Angiography) merupakan metode dalam radiologi intervensi unyuk mendapatkan gambaran aliran darah yang jelas di dalam pembuluh darah yang mengaliri organ sasaran.

“Hingga saat ini tingkat keberhasilan dari tindakan DSA ini cukup tinggi dari setiap tindakan yang dilakukan,” pungkas Dr Wismaji Sadewo. (hdyt)