Visinema Umumkan Film Epik “Perang Jawa”: Kisah Perlawanan Diponegoro Akan Diangkat ke Layar Lebar

Visinema Umumkan Film Epik “Perang Jawa”: Kisah Perlawanan Diponegoro Akan Diangkat ke Layar Lebar

Prosatu.com Jakarta – Visinema kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam dunia perfilman Indonesia dengan mengumumkan proyek film terbarunya yang paling ambisius: Perang Jawa.

Disutradarai langsung oleh Angga Dwimas Sasongko, film ini akan mengangkat kisah heroik Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajahan, sebuah narasi monumental yang belum pernah diadaptasi secara sinematik dengan skala yang layak.

Film ini akan diproduksi oleh Visinema Pictures, dengan Gita Wirjawan sebagai produser eksekutif. Dalam siaran pers resminya, Angga menyatakan bahwa Perang Jawa akan menjadi karya dengan “skala dan intensitas sinematik setara film-film epik global”, menampilkan pembangunan dunia (world-building) yang megah serta pendekatan visual dan naratif yang inovatif.

“Kami ingin menciptakan dunia, bercerita lewat visual, dan membangun pengalaman yang menggugah sehingga penonton bisa merasakan intensitas perang ini melalui perspektif khas Indonesia,” ujar Angga Dwimas Sasongko.

Diponegoro: Simbol Perlawanan dan Spiritualitas

Gita Wirjawan menambahkan bahwa kisah Pangeran Diponegoro bukan hanya tentang perjuangan fisik, tetapi juga tentang nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kedaulatan. Melalui medium sinema, kisah ini diharapkan dapat menjangkau generasi muda Indonesia dan penonton global.

“Diponegoro tidak berjuang untuk takhta, melainkan untuk harga diri, keyakinan, dan warisan budaya,” ujar Gita.

Film ini juga akan mendapat dukungan dari Peter Carey, sejarawan dunia terkemuka dan penulis buku The Power of Prophecy, yang akan bertindak sebagai konsultan sejarah. Carey menyatakan bahwa Perang Diponegoro merupakan titik balik penting dalam sejarah anti-kolonialisme Asia Tenggara.

“Melalui film ini, kita bisa menghidupkan kembali esensi dari Pangeran Diponegoro: seorang pemimpin spiritual, panglima perang, dan simbol awal kesadaran anti-kolonial,” ungkapnya.

Momentum 200 Tahun Perang Diponegoro
Pengumuman film ini bertepatan dengan peringatan 200 tahun dimulainya Perang Diponegoro pada 20 Juli 1825, yang dipicu oleh tindakan pemerintah kolonial membangun jalan di atas tanah leluhur sang pangeran. Perang ini menjadi salah satu konflik paling berdarah dalam sejarah Nusantara.

Tonggak Baru Visinema Pasca Kesuksesan Jumbo

Setelah keberhasilan besar film animasi Jumbo yang mencetak rekor sebagai film Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa, Visinema terus mendorong batasan kreativitas.

Perang Jawa akan menjadi kelanjutan dari jejak film-film fenomenal lainnya seperti Mencuri Raden Saleh dan 13 Bom di Jakarta.

Film ini sedang dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan memulai produksi pada tahun 2027. Naskah akan ditulis oleh Ifan Ismail, peraih Piala Citra, dengan dukungan tim produksi berpengalaman.