Prosatu.com Jakarta – Seiring kebutuhan listrik yang begitu besar, ketiga BUMN melakukan sinergi dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pembangunan Independent Power Producer (IPP)/Power Plant berkapasitas 60 Megawatt (MW).
Ketiga BUMN tersebut yakni PT Angkasa Pura 2 (AP2), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Direktur Utama AP 2, Budi Karya Sumadi mengatakan, momentum yang dilakukan saat ini sangat baik meski ide tersebut untuk melakukan pembangunan listrik yang sudah lama sekali direncanakan, dan disaat ini kebutuhan listrik yang sudah sangat besar di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).
“Sekarang kebutuhannya mencapai 60 MegaWatt (MW), yang akan datang bisa mencapai 100 (MW),” ujar Budi usai MoU dalam Rangka Pengembangan Bisnis Pembangkit Listrik Untuk Bandara Soekarno Hatta di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5).
Budi mengeluhkan, bila selama ini dengan adanya kekurangan pasokan listrik yang begitu besar dan kadangkala kebagian listrik, tetapi kalaupun ada listrik padam kadang ada delay.
“Kalau di bandara agak susah kalau sepersekian detik adanya alat-alat yang mengalami telat delay. Niat untuk melakukan ini telah kami laksanakan dengan secermat-cermatnya, dan yang utama kami tetap bersama PLN untuk penyediaan kebutuhan sebesar 110 MW dari yang kami produksi sebesar 60 MW,” kata Budi.
Budi menjelaskan, proses pembangunan power plan 60 mw itu akan dilakukan dalam waktu 1 tahun 3 bulan, dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun. Pengoperasian power plan itu nantinya akan bersamaan dengan pengoperasian terminal 3 ultimate secara keseluruhan.
“Kami laporkan juga dalam diskusi kami, butuh 1-2 bulan DED (Detil Engineering Design), setelah itu konstruksi, kita akan bisa mendeliver proyek ini 1 tahun 3 bulan. Akan beroperasi pada maret 2017,” sebut Budi.
Selain kerjasama tersebut ungkap Budi, suplai gas di bandara juga akan disuplai oleh PGN. Jadi nanti pada saat selesai pembangunannya, urusan suplai gas untuk di Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
“Saya merasakan sekali sinergi BUMN ini luar biasa, dengan sinergi ini kami sangat cair sekali apalagi saat adanya diskusi dengan Bintang Perbowo (Dirut WIKA), dan Hendi dalam kurun waktu yang lalu dan telah bejalan baik. Saatnya nanti kami butuh 2-3 bulan untuk memfinalisasikannya,” sebut Budi.
Sedangkan, Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso berharap, harapannya sinergi dalam bidang yang sama untuk bandara lainnya dapat ditindaklanjuti, maupun difasilitasi oleh sarana perhubungan.
“Kami rasa suatu kesempatan yang baik suatu andalan airport dan gas alam dapat dipertimbangkan untuk suplai energi untuk pendukung industri disekitar airport, baik untuk kegiatan Kargo, cattering disekitar airport, karena banyaknya area pemukiman dan area lahan dan kita berkolaborasi untuk menyediakan energi yang bersih, dan yang terpenting energi yang ada di Indonesia,” tutur Hendi.
Hendi menjelaskan, rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut berkapasitas sebesar 60 MW yang juga akan disuplai dari gas alam tersebut. “Kebutuhannya kira-kira sekitar 14 mmscfd. Nilai investasinya masih di finalisasikan. Kami tidak mendahului mitra kami, terkait pendanaan dari internal masing-masing,” tandasnya.
Sedangkan Direktur Utama (Dirut) WIKA, Bintang Perbowo menyambut baik adanya kerjasama pengembangan pembangkit listrik untuk bandara Soekarno Hatta.
“Dengan penandatanganan mudah-mudahan kita bisa dalam waktu singkat, sesuai dengan target 1 tahun, kita sudah bisa memberikan suplai kebutuhan pembangkit listrik di Bandara Soetta,” ungkap Bintang.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana Dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Pontas Tambunan meminta, agar ketiga BUMN yang bersinergi itu (PGN, Wika dan AP II) untuk merancang dengan benar proyek yang digagas itu, khususnya untuk memastikan agar proses pembangunan tepat waktu dan hasilnya bisa segera tercapai.
“Kalau kita bangun harus ada set up yang benar, saya harus menyiapkan Human resources dll, kalau ada yang menghambat delay, jadi musuh kita saat ini adalah keterlambatan jadi kalau itu tidak ada yang waste, karena kalau terlambat sedikit saja, itu uang, itu yang terakhir dari saya tidak boleh ada yang terlambat,” pungkasnya.
















