Prosatu.com Jakarta – Memperingati 37 tahun meninggalnya mantan Wakil Presiden RI ke 1 Mohammad Hatta, atau dikenal dengan Bung Hatta, keluarga melakukan ziarah di Taman Makam Bung Hatta, TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).
Tiga orang putri dari tokoh proklamasi Mohammad Hatta, yaitu Meutia, Gemala, dan Halida hadir dalam ziarah itu, ziarah diisi pembacaan yasin dan tahlil oleh Ustad Cholissudin Yusa. Acara ini akan dihadiri oleh keluarga besar Bung Karno, tokoh-tokoh senior, serta tamu undangan lainnya.
Lahir di Kota Bukittinggi pada tahun 1902, Hatta wafat pada 14 Maret 1980. Putri sulung beliau, Meutia Hatta, mengatakan peringatan tersebut merupakan acara rutin tahunan yang selalu dihadiri oleh sejumlah tokoh besar.
“Kami selalu mengadakan tahlilan untuk memperingati Bung Hatta. Tahun ini dihadiri oleh Mantan Ketua BIN Hendropriyono. Dulu pernah SBY dan Jusuf Kalla dan Anies Baswedan pernah datang. Megawati juga pernah datang tahun 2009,” ujar Meutia Hatta di TPU Tanah Kusir, Selasa (14/3/2017).
Pada hari-hari peringatan tertentu seperti hari kelahiran TNI atau Hari Koperasi, kata Meutia, makam Bung Hatta juga ramai dikunjungi para penziarah.
“Selalu ada instansi lembaga kenegaraan yang ingin berziarah ke sini,” kata Meutia.
Mantan ketua BIN A.M. Hendropriyono yang hadir dalam acara tersebut mengenang sosok Hatta sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
“Generasi penerus bangsa Indonesia harus mengerti siapa sebetulnya Bung Hatta, dan tidak hanya sekedar tahu,” ujar Hendro.
Prinsip ekonomi kerakyatan yang terlahir dari pemikiran Bung Hatta, kata Hendro, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara adil. Hendro berharap penerapan sistem tersebut dapat terus berlanjut.
“Kami harapkan berdoa semoga hasil untuk generasi penerus bangsa kita ini bisa melaksanakan ajaran Bung Hatta. Kita sulit untuk terbebas dari liberalisme universal jika kita belum bisa berusaha melakukan apa yang dicita-citakan Bung Hatta,” pungkas Hendro.
















