Sumaryoto: Lulusan Unindra Harus Miliki Daya Saing Tinggi

Prosatu.com Jakarta – Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) kembali menggelar wisuda yang ke-53 Tahun Akademik 2015/2016, diikuti sebanyak 1.402 wisudawan lulusan S1 dan S2. Program S1 diantaranya berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial berjumlah 331 Orang, Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FTMIPA) berjumlah 577 Orang, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) berjumlah 303 orang. Sementara Program S2 diikuti sebanyak 167 orang.

Rektor Unindra PGRI, Prof Dr. H Sumaryoto, mengingatkan kepada para peserta wisuda bahwa untuk menghadapi tantangan harus menjadi lulusan yang berdaya saing tinggi dan harus tetap mengedepankan pengembangkan diri untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi, serta mampu berkiprah ditengah-tengah masyarakat dengan penuh dedikasi dan mampu menjaga nama baik pribadi, keluarga dan almamater.

“Silahkan pergi ditengah-tengah masyarakat sesuai dengan profesinya, namun kita juga tidak boleh mengabaikan persoalan moral yang sesuai dengan aparat agama kita. Agama manapun pastinya mengajarkan tentang moral.” Ujar Sumaryoto di Sasomo Utomo Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu (26/10/2016)

Rektor menambahkan, “Pada sisi lain dalam rangka menghadapi globalisasi yang berlangsung, peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk segala bidang mutlak perlu mendapat prioritas dalam penanganannya. Untuk itu, setiap lulusan sariana pendidikan harus menghayati benar tugas dan kewaiibannya sebagai seorang tenaga pendidik yang profesional dan penuh dedikasi dalam melaksanakan tugas”.

“Unindra terus berusaha sungguh-sungguh secara marathon menyiapkan 7 standar dalam akreditasi institusi. Karena kalau sampai tidak terakreditasi maka ijazah para lulusan tidak diakui dimasyarakat. Ini dalam sangsi hukum ataupun sangsi undang-undang kita tidak terakreditasi. Oleh karena itu 7 standar akreditasi menjadi penting karena disanalah kita akan mencukupi kebutuhan ruangan, baik ruang kuliah, ruang perpustakaan, dan ruang dosen,” pungkas Sumaryoto. (hdt)