Sinergi PNM & BSN Ciptakan Pelaku UMK Berdaya Saing Tinggi

Sinergi PNM & BSN Ciptakan Pelaku UMK Berdaya Saing Tinggi

Prosatu.com Jakarta – Sinergi antara PT Permodalan Nasional Madani (Persero) & Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia membuahkan hasil, pada hari Rabu (9/11) bertempat di Lobi Plasa Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, mitra binaan PNM dari Banyuwangi, Nanang Edy, menerima sertifikasi SNI untuk produk batik khas Banyuwangi garapannya.

Prosesi pemberian sertifikasi SNI dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Parman Nataatmadja dan Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetya. Selain itu, anggota Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana turut hadir dalam kegiatan ini. Kehadiran legislator merupakan bukti konkret dukungan pemerintah terhadap upaya pengembangan UMKM yang dilakukan oleh PNM.

Direktur Utama PT PNM Parman Nataatmadja mengatakan sinergi yang terjalin antara PNM & BSN sejak tahun 2015 lalu terbukti efektif dalam menciptakan pelaku UMK yang berdaya saing tinggi. Menurutnya, dengan penerapan SNI kepada tiap-tiap pelaku usaha diharapkan kedepannya produk dalam negeri mampu berjaya di negeri sendiri dan juga pasar global.

“Produk-produk UMK binaan PNM sudah cukup membanggakan, namun untuk dapat terjun ke pasar global, dibutuhkan standar pada semua kualitas produksi dan manajemen pelaku UMK-nya. Oleh karena itulah PNM & BSN sejak tahun lalu menginisiasi kerjasama agar standarisasi produk pelaku UMK terpenuhi,” ujarnya di sela-sela acara penyematan SNI kepada mitra binaannya

Kemudian ia menambahkan proses untuk mendapatkan sertifikasi SNI dari BSN tidaklah mudah, dibutuhkan waktu yang cukup lama serta pengawasan yang ketat untuk meraihnya “Pada hari ini salah satu mitra binaan terbaik kami, yaitu pak Nanang telah berhasil melalui proses panjang dalam meraih sertifikasi SNI. Terhitung sejak Mei 2016 beliau  telah melalui proses pengawasan pembukuan, administrasi, produksi, uji lab batik, hingga managemen keuangan dibawah bimbingan BSN,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Badan Standarisasi Nasional Bambang Prasetya menuturkan bahwa BSN senantiasa dan berkomitmen penuh akan membantu PNM dalam memberikan bimbingan tentang standarisasi kepada nasabah binaan PNM. “Pemberian SNI serta mengembangkan dan pembinaan standarisasi untuk sebuah produk tertentu telah menjadi bidang kami yang harapan kedepannya akan membantu kelancaran bagi usaha PNM serta seluruh usaha nasabah binaan PNM” ujarnya usai acara.

Sebagai informasi tambahan, hingga saat ini PNM telah memiliki 73 kantor cabang, 668 Outlet Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM), & 312 kantor cabang Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang menjangkau 31 provinsi,  di 421 kabupaten dan menjangkau 3.983 kecamatan. Sejak pertama kali berdiri hingga  penutupan bulan September tahun 2016, secara akumulatif PNM telah Menyalurkan modal usaha kepada pelaku UMK sebesar Rp. 15,4 Triliun dengan penerima manfaat mencapai 239 ribu pelaku UMK se- Indonesia. (red)