Safari Ramadhan Jadikan Kedekatan Indonesia-Palestina

Prosatu.com Jakarta – Bangsa Palestina merupakan bangsa yang belum sepenuhnya merasakan arti sebuah kemerdekaan. Kondisi kehidupan rakyat Palestina masih jauh dari layak, baik dari segi ekonomi maupun politik.

H Caca Cahayaningrat, SE selaku Ketua Harian Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) mengatakan Safari Ramadhan 1437 H yang digelar Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) diberbagai wilayah di Indonesia menjadi bukti ada ikatan erat antara Indonesia dan Palestina.

“Dua hal penting yang diambil dalam agenda Safari ramadhan, pertama memberi informasi update mengenai perkembangan Palestina saat ini, yang sangat ingin merdeka dan yang kedua, ini sebagai pembuktian kepada rakyat Palestina, bahwa rakyat Palestina tidak sendirian, namun bangsa-bangsa lain seperti ini Indonesia mendukung perjuangan warga Palestina,” ujar Caca Cahayaningrat di kantor KNRP Jakarta, Sabtu (25/6/2016).

Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia mempunyai hubungan yang erat dengan Palestina dan Indonesia akan terus memberi bantuan kepada Palestina supaya negara tersebut bebas dari keterpurukan.

“Kami negara Palestina, yang merupakan negara dengan umat muslim terbanyak didunia dan Indonesia dianggap menjadi kakak bagi Palestina. Mudah-mudahan dengan kegiatan safari ramadhan ini, dapat menjadikan kami merdeka yang dimulai perjalanan dari Jakarta ini,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, KNRP akan menyampaikan bantuan melalui lembaga yang ada di negara Turki maupun Lebanon. Apalagi di bulan Ramadhan ini, banyak berkah, seumpama bangsa muslim, seperti satu badan. Jadi bila satu organ tubuh sakit, akan terasa sakit semua, seperti itulah umat muslim.

KNRP dalam waktu dekat ini akan menyampaikan bantuan lembaga yang ada di negara Turki karena negara tersebut mempu yai hubu gan diplomatik dengan Israel yang dapat memberi kemudahkan akses masuk bantuan ke Palestina.

“Masyarakat Indonesia pada umumnya sangat antusias dan mendukung agar Palestina dapat merdeka sepenuhnya,” pungkas H. Caca. (hdyt)