Prosatu. com Jakarta – Relawan Rumah Zakat Jakarta Timur melaksanakan Program BnB (Borong&Berbagi) yang berlokasi di CFD Bunderan Hotel Indonesia Minggu, 16 April 2017 dengan target kali ini adalah bapak penjual Parasut.
Pada pukul jam 08.00 relawan kumpul di CFD untuk membagi tugas untuk mencari bapak penjual parasut dikarenakan beliau berjualan keliling di sekitar CFD Bundaran HI.
Allhamdulilah, setelah pembagian tugas untuk mencari bapak Sumaryo, pada pukul 09.00 salah satu relawan melihat bapak Sumaryo. “Teman-teman Bapak penjual parasutnya di depan Hotel Mandarin” ujar salah satu relawan mengabarkan via grup kepada relawan yang juga sedang mencari bapak Sumaryo, setelah berkumpul ke empat relawan mengajak bapak penjual parasut berbincang seputar kehidupannya.
Suka duka yang kami temui ini adalah sebuah perjalanan hidup pak Sumaryo. Suka disini adalah Bapak penjual parasut ini sangat bahagia dengan kedatangan relawan untuk membantu beliau. Relawan pun membantu menjual parasut beliau dan meminta Pak Sumaryo untuk beristirahat sejenak. “Biar kita yang jualan pak, bapak istirahat aja dulu” ujar para Relawan Rumah Zakat. Dengan semangat para relawan menjajakkan parasut kepada pengunjung Bundaran HI. “Parasutnya Pak/Bu, sayang anak.. Sayang anak, bahagia dunia bahagia di akhirat, membeli berarti berbagi”.
Pak sumaryo memiliki 5 orang anak. 3 anaknya sudah berumah tangga dan tidak tinggal bersama pak sumaryo dan 2 anaknya yang tinggal dengan pak sumaryo ini masih duduk di kelas 6 SD dan seorang Putri yang saat ini menjadi seorang pengajar di tempat bimbel.
Tempat tinggal pak Sumaryo berlokasi di daerah Bangka 7 buntu. Untuk berjualan pada mulanya Pak Sumaryo bisa berkeliling kota, namun saat ini hal tersebut sudah tidak memungkinkan karena pak Sumaryo menderita sakit paru-paru, saat ini pun Pak Sumaryo sedang menjalani rawat jalan.
“Saya udah nggak kuat dek kalau mau jauh jauh, udah sering ngos-ngosan, minum obat terus sebulan ini. Rawat jalan karena paru-paru saya bermasalah dek”. Begitulah ungkapan pak Sumaryo dengan senyumnya yang khas.
Setelah berbincang bincang dengan beliau, para relawan segera menyampaikan bahwa akan memborong parasut bapak Sumaryo sebesar Rp 300.000. “Alhamdulillah, biasanya sehari saya disini bawa pulang 50.000 sampe 60.000, tapi sekarang allhamdulilah bisa bawa uang buat anak istri sebesar 300.000, terimakasih banyak ya dek. Semoga Rumah Zakatnya dan adek adek sukses”. Bukan hanya pak Sumaryo para relawan pun terenyuh pada waktu itu.
Bapak Sumaryo sangat mengagumkan. Usaha, ketekunan dan senyum Bapak mampu menutupi sesak yang Bapak rasakan. Beliau mengajarkan kita untuk selalu berusaha tanpa mengeluh dan tersenyum dengan tulus tanpa beban. Karna senyum itu, obat terindah, keep smile, keep spirit Bapak. Terimakasih untuk hari ini.















