Prosatu.com Yogyakarta – Terjadi kebakaran di sebuah rumah warga pada Rabu (13/09) pagi, yang mengakibatkan beberapa rumah terbakar dan salah seorang pemilik rumah mengalami luka bakar. Api berasal dari bensin yang terkena percikan dari tambal ban pinggir jalan dan lokasi kejadian kebakaran tersebut berada di Jalan Ngadisuryan No 25.
Parni Mubarok, adalah salah satu korban yang terkena luka bakar selain itu rumah miliknya habis di lalap api. Saat kejadian, warga cepat berdatangan untuk membantu memadamkan api. Namun kobaran api cepat membesar dengan kepulan asap hitam memenuhi langit dan api sulit dipadamkan. Akhirnya kobaran api dapat diatasi oleh 5 truk pemadam kebakaran yang datang membantu.
“Saat ini kondisi bapak Parni yang terkena luka bakar dilarikan ke rumah sakit terdekat. Keluarga yang lain segera mengungsi ke rumah tetangga yang tak jauh dari lokasi kejadian,” tutur Edy Dwi Daryapto, Relawan Rumah Zakat Desa Binaan Patehan.
Edy menjelaskan bahwa banyak warga sekitar yang bergotong royong selain memadamkan api juga membantu berikan dukungan berupa bantuan kepada keluarga korban. “Saya mewakili pihak Rumah Zakat, memberikan bantuan kepada keluarga pak Parni dan para korban dalam bentuk kebutuhan pangan seperti Kornet Superqurban untuk dimakan selama mengungsi hingga keadaan stabil. Selain itu juga, menyalurkan beberapa mukena dan sejumlah dana secara tunai,” terangnya.
Saat ini, lewat Pak Edy berdiskusi dengan Pak H. Agus Wijayanto sebagai Ketua RW 4 Desa Patehan untuk menyiapkan sekiranya bantuan apa saja yang saat ini dibutuhkan bagi para pengungsi lain. Dimana para korban kebakaran terdata sebanyak 19 orang dari 4 keluarga berbeda. “Pos Darurat Tanggap Bencana untuk kebakaran, sudah ditetapkan yaitu di jalan Ngadisuryan No 19. Dalam pos itu bisa menerima bantuan dan koordinasi penyaluran dalam 7 hari kedepan,” ungkap ketua RW Desa Patehan.
Menurut warga sekitar, bapak Parni Mubarok adalah seorang yang dikenal sederhana dan taat beribadah. Selain itu beliau juga pengurus Mushola Al-Islah Patehan. Dengan istrinya, Sariyanti Sudarmi kini memiliki 4 orang anak. Menghidupi keluarga dengan berjualan bensin dan tambal ban. Akibat kebakaran tersebut puluhan juta menjadi kerugian, di samping beban psikis yang juga berat.















