RKIH Dukung Djarot Jadi Cagub DKI

Prosatu.com Jakarta – Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) bersama Suharno Adjeng Group bersama menggelar acara Buka Puasa Bersama, Syukuran dan Santunan Yatim Dhuafa bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di Hotel Haris Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (19/6).

Mayjen TNI (Purn) Suharno selaku pendiri dari Yayasan Suharno Adjeng dalam sambutannya menyampaikan, acara ini dilaksanakan sebagai kegiatan untuk berbagi kebahagiaan dan kebaikan pada anak-anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka bisa lebih optimistis menghadapi masa depan. Acara ini juga untuk menghibur anak-anak yatim dan kaum dhuafa sehingga mereka memahami bahwa mereka tidak sendiri dalam kehidupan ini.

Suharno menambahkan, kegiatan santunan itu sudah dilakukan sejak pukul 16.00 kepada para anak yatim dan kaum dhuafa yang datang. Dalam kegiatan tersebut terlihat jelas keakraban. Keluarga Besar Yayasan Suharno Adjeng dengan para anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Para anak yatim bahkan terlihat seperti tidak berjarak, tak heran mereka berani menunjukkan ekspresinya secara total, mulai dari membaca doa-doa Islami hingga bercerita.

“Saya merasa bangga atas kehadiran merupakan kehormatan pada sore hari ini dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat beserta istri,” ungkapnya kepada rekan-rekan wartawan usai berbuka.

Sementara Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) H. Krisbudiardjo menambahkan, silaturahim saat ini adalah sambung rasa yang mungkin bisa menyambung jiwa. “Sebenarnya saya kampanye, tapi semoga pak Ahok tetap sehat dan pak Djarot Saiful Hidayat menjadi gubernur DKI Jakarta,” tegas Krisbudiardjo yang disambut riuh para undangan yang hadir.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, teman-teman media pernah menanyakan ke dirinya. “Perlu saya sampaikan, bila punya tujuan yang baik, bisa kita membangun kota Jakarta yang baik, tanpa perbedaan. Kalau kita mempunyai satu tujuan yang baik, namun saya kader partai yang selalu mengikuti aturan atau mekanisme partai,” ujarnya.

Namun begitu, suara-suara relawan akan menjadi pertimbangan dari partai, dia memang terikat dengan mekanisme dan AD/ART partai. “Mudah-mudahan partai mau mendengar aspirasi seperti saat ini,” ujarnya.