Prosatu.com Jakarta – Upaya untuk mempersatukan nilai Bahasa terutama bahasa Indonesia di Asia Tenggara menimbulkan sebuah semangat kebersamaan menjadikan mementum kolektif masyarakat indonesia.
“Dengan semangat kolektif masyarakat Indonesia. bahasa yang mampu merevitalisasi jati diri dan indentitas secara politik dan diplomatik kedalam sikap “Nasionalisme Bahasa”, ujar Rektor Unindra PGRI, Prof Dr H.Sumaryoto di Acara Simposium Internasional Di Jakarta,(18/8/2017).
Menurutnya upaya terobosan bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu kawasan Asia Tenggara bukan hanya penting tapi harus diwujudkan.
“Sudah saatnya pula negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) untuk menjalin hubungan baik dan interaksi yang tidak hanya mengedepankan pendekatan politik”, ungkap Sang Rektor.
Perlunya negara negara asean perlu memulai dan menekankan hubungan politik dan diplomatik yang berbasis pendekatan budaya dan bahasa saat ini dan Bahasa Indonesia dapat mengambil peran sebagai alat pemersatu di kawasan Asia Tenggara.
“Kami dari pihak akademisi sedang berupaya melakukan peningkatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu di kawasan Asia Tenggara, ” ujar Sumaryoto.
Sumaryoto juga menambahkan bahwa pengaruh globalisasi yang bermula dari perdagangan bebas hingga mengarah ke penggunaan bahasa digunakan oleh internasional dan diakui PBB yakni Bahasa Inggris, Prancis. Sementara untuk Asia sudah berkembang dengan bahasa Mandarin.
















