Profit Taking Masih Akan Warnai IHSG

Profit Taking Masih Akan Warnai IHSG

images

Prosatu.com – Sempat diperkirakan akan mengalami pelemahan di awal sesi namun, akhirnya laju IHSG masih dapat menunjukan kenaikannya. Pelaku pasar yang melakukan aksi beli masih mendominasi dibandingkan yang melakukan aksi jual. Laju IHSG masih dapat menguat di tengah sentimen negatif di antara pelemahan kembali Rupiah dan penurunan sejumlah bursa saham Asia.
“Imbas penguatan laju bursa saham AS sebelumnya seiringkenaikan NAHB housing market index; ekspektasi akan kinerja beberapa emiten yang akan membaik; hingga kenaikan saham-saham tekno dan bioteknologi memberikan sentimen positif bagi IHSG untuk tetap berada di zona positifnya,” ujar Analis NH Korindo Securities, Reza Priyambada, di Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Meski demikian, aura profit taking tetap ada dimana jelang akhir sesi pelemahan mulai terlihat meskipun di akhir penutupan, level IHSG masih dapat tercatat lebih tinggi dari sebelumnya. \ Penguatan IHSG banyak ditopang oleh kembalinya transaksi asing melakukan aksi beli meskipun tidak banyak ditopang oleh laju Rupiah yang masih melemah. Transaksi asing kembali nett buy (dari nett buy Rp 261,14 miliar menjadi net buyRp 54,91 miliar).

Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4544-4558 dan resisten 4610-4623. Shooting star bertahan di atas area middle Bollinger Band (MBB ). MACD masih terbatas penguatannya dengan histogram positif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s kembali masih mencoba bertahan dari pelemahannya dan bergerak naik.

Laju IHSG mampu bertahan di atas target support 4525-4558 dan mampu berada di atas target resisten 4578-4586. Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana laju IHSG kembali memperlihatkan posisinya yang bertahan di zona hijau di tengah terpaan sentimen negatif. Meski laju IHSG masih diharapkan untuk bertahan naik namun, juga menyimpan potensi pembalikan arah seiring mulai meningkatnya aksi jual.

“Untuk itu, tetap perlu untuk mewaspadai adanya imbas pelemahan tersebut. Utang gap di level 4346-4381masih menjadi halangan. Tetap cermati sentimen yang ada,” tukasnya. (we/ps)