PIKA Partai Baru Yang Siap Dukung Pemerintah

PIKA Partai Baru Yang Siap Dukung Pemerintah

_20160602_131935
Prosatu.com Jakarta – Menjelang pemilihan umum 2019 sejumlah partai baru bermunculan, salah satunya Partai Indonesia Kerja (PIKA).

Ketua Umum Partai Indonesia Kerja (PIKA) Hartoko Adi Oetomo menyampaikan, saat ini partai-partai politik seharusnya menjadi sarana untuk menempatkan orang-orang yang jujur serta profesional, akan tetapi menurutnya saat ini lebih sering dimanfaatkan oleh para pemilik modal untuk kepentingan pribadinya.

Dilatar belakangi hal tersebut, PIKA mendeklarasikan dirinya untuk menjawab keraguan masyarakat serta menjadikan partai baru yang modern. “Partai Indonesia Kerja (PIKA) merupakan partai politik baru yang didirikan pada tanggal 01 Juni 2016 oleh para pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari seluruh Indonesia,”kata Hartoko di Jakarta, Rabu (1/6).

Hartoko menegaskan, ada tiga alasan yang diketahui dalam mendirikan partai, yakni dengan tokoh, budaya dan cita-cita. “PIKA mempunyai cita-cita yang sama dan dengan gotong royong. Sistem politik kita ini sudah semacam CV atau kepemilikan pribadi,” tegasnya.

Hartoko menjelaskan, Partai Indonesia Kerja (PIKA) merupakan partai politik baru yang didirikan pada tanggal 01 Juni 2016 oleh para pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari seluruh Indonesia. “Partai Indonesia Kerja (PIKA) bukan milik Presiden Joko Widodo dan tidak didirikan oleh dan atas perintah Presiden Joko Widodo, akan tetapi kita (PIKA-red) mendukung secara penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo,” tegasnya.

lebih lanjut Hartoko menjelaskan, PIKA adalah partai politik yang berazaskan Gotong Royong dengan berlandaskan Pancasila sebagai Falsafah Hidup Bangsa dan Dasar Negara Republjk Indonesia. PIKA adalah partai yang bersifat dan berprinsip nasionalistis, kemanusiaan, demokratis, kerakyatan, moderm, terbuka, majemuk, berorientasi pada pembangunan bangsa seutuhnya.

“Visi PIKA adalah mempercepat terwujudkan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945,”jelasnya.

Hartoko juga menngakui bahwa di PIKA tidak ada tokoh intelektual atau juragan dalam PIKA karena yang ada di balik PIKA yaitu para inisiator orang orang yang tidak dikenal oleh publik secara luas dan memiliki rekam jejak yang baik di profesinya masing masing.

“Namun hingga saat ini kita telah telah membentuk 34 DPD serta sudah melengkapi kepengurusan di tingkat Cabang (DPC) dan juga di kepengurusan di tingkat anak cabang (PAC) yang sudah mencapai hampir 60 persen,”ungkapnya.

“PIKA didirikan para inisiator orang orang yang tidak dikenal oleh publik secara luas dan memiliki rekam jejak yang baik di profesinya masing masing.,” pungkas Hartoko. (hdyt)