Prosatu.com Jakarta – Ketahanan pangan nasional di sektor perunggasan kembali menjadi perhatian. Ketua Umum Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi peternak rakyat melalui kebijakan hilirisasi perunggasan nasional yang berpihak pada pelaku usaha lokal.
Menurut Yudianto, para peternak ayam petelur selama ini telah berjuang menjaga swasembada telur nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari krisis moneter, wabah flu burung, pandemi Covid-19, hingga lonjakan harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak.
“Selama bertahun-tahun kami para peternak telah berjuang menjaga swasembada telur nasional. Mulai dari krisis moneter, wabah flu burung, pandemi Covid-19, hingga krisis jagung, kami tetap bertahan tanpa banyak membebani pemerintah,” ujar Yudianto dalam keterangannya kepada media.
Ia menilai keresahan peternak semakin meningkat akibat ketidakpastian pasar dan munculnya isu masuknya investasi asing langsung ke sektor budidaya ayam petelur nasional. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengancam keberlangsungan usaha peternak rakyat.
“Kami tidak menolak investasi asing jika diarahkan untuk pengembangan teknologi, industri pendukung, atau modernisasi sektor perunggasan. Tetapi jika masuk langsung ke sektor budidaya peternak, tentu peternak rakyat akan marah dan menolak,” tegasnya.
Selain itu, Yudianto juga menyoroti tingginya harga jagung yang dinilai sangat memengaruhi biaya produksi peternak. Ia berharap pemerintah mampu menghadirkan tata niaga jagung yang lebih adil dan stabil agar peternak tetap mampu bertahan di tengah fluktuasi harga pasar.
Penolakan terhadap investasi asing di sektor budidaya peternakan tersebut, lanjutnya, telah disampaikan para peternak dari berbagai daerah dalam pertemuan yang digelar di Solo pada 2 Mei 2026.
“Semua peternak yang hadir menyatakan penolakan terhadap masuknya industri layer asing ke sektor budidaya nasional. Kami ingin pemerintah hadir dan melindungi peternak rakyat,” ungkapnya.
Melalui kebijakan hilirisasi perunggasan nasional, para peternak berharap pemerintah dapat memperkuat ekosistem industri unggas dari hulu hingga hilir, menciptakan stabilitas harga, memperkuat ketersediaan bahan baku pakan, serta menjaga keberlangsungan usaha peternak mandiri sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor perunggasan nasional diyakini mampu menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di seluruh Indonesia.
















