Persaingan Pilgub di Jakarta Makin Ramai

Persaingan Pilgub di Jakarta Makin Ramai

_20150818_213252

Prosatu.com Jakarta – Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 tinggal dua tahun lagi. Sudah ada sejumlah nama calon gubernur yang disebut siap bersaing memperebutkan kursi DKI-1. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) angkat bicara tentang calon pesaingnya tersebut.

Terbaru, nama-nama cagub pesaing Ahok salah satunya disebut sebut yaitu pengamat ekonomi yang juga putra betawi Ichsanudin Noorsy hingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diprediksi menjadi saingan berat Ahok. Menanggapi hal itu, Ahok sangat terbuka dan tidak pernah menganggap remeh siapa pun calon yang bakal maju di Pilkada 2017 mendatang. Ia justru mendorong kepala daerah hingga anggota DPRD DKI Jakarta untuk ikut bertarung di Pilkada 2017.

Ahok yang berniat maju dari jalur independen juga berpendapat syarat bagi calon independen wajib mengumpulkan dukungan 7,5 persen dari total penduduk Jakarta tidak lah berat. Sementara itu, warga DKI juga setuju calon gubernur nanti berasal dari putra betawi asli. Buktinya, sebanyak 60 persen warga Jakarta setuju jika pemimpin Jakarta berasal dari putra betawi Terkait munculnya nama Pengamat ekonom yang juga putra betawi Ichsanudin Noorsy, warga jakarta mengaku mendukung. Sebab, ada bagian dalam survei yang sengaja meminta responden menyebut nama tokoh paling potensial yang ada dalam pikirannya untuk menjabat Gubernur DKI Jakarta 2017.

Sementara itu,Wakil Ketua Ikatan Silaturahmi Betawi Muara (ISBM) Budi Mulyawan S.H mengatakan, ISBM berharap putra Betawi dapat tampil untuk memimpin Jakarta. Pemimpin Jakarta yang berasal dari Betawi dipandang dapat berpihak kepada masyarakat asli Jakarta.

“Kami inginkan putra Betawi tampil lagi, untuk rebut Jakarta ini sehingga kebijakan dapat berpihak sama Betawi karena selama ini kami khawatir kebijakan pemda tidak berpihak terhadap putra Betawi, akhirnya diabaikan,” kata Budi kepada wartawan.

Budi menilai, tidak semua pemimpin Jakarta betul-betul memperjuangkan masyarakat Betawi. Pemimpin yang ada, menurut dia, hanya menggunakan warga Betawi untuk kepentingannya. Ia menyebut sosok putra Betawi seperti Ichsanudin Noorsy sebagai sosok yang tepat memimpin Jakarta. menurut dia, Ichsanudin Noorsy memiliki moral, mengerti persoalan wilayah, dan mempunyai keinginan membangun Jakarta.

“Yang pasti kalau jeroannya Jakarta, kan, ya Betawi. Persoalan yang sekarang bukan dari Betawi, tapi dari orang luar Betawi. Dan ini yang harus ditata ulang kembali,” ujar Budi.

Untuk mewujudkan calon pemimpin Jakarta asal Betawi, Budi menekankan pentingnya silaturahim antar organisasi masyarakat Betawi dan para tokohnya. Saat ini, silaturahim antarsesama organisasi masyarakat Betawi masih “miskin”. Selain itu, masih tak mudah karena akan ada perbedaan pendapat.”Ini salah satu kelemahan Betawi. Ketika mempersiapkan (calon tokoh), ada yang setuju dan tidak setuju,” ujar Budi. (ahyar)