PERHEPI: Regenerasi Petani dan Teknologi Jadi Kunci Wujudkan Kedaulatan Pangan

PERHEPI: Regenerasi Petani dan Teknologi Jadi Kunci Wujudkan Kedaulatan Pangan

Prosatu.com Jakarta – Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) menilai regenerasi petani yang didukung pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus mendorong transformasi sektor pertanian menuju Indonesia Emas 2045.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum PERHEPI Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryantono, M.Si. di sela Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045 yang digelar PERHEPI bersama Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (16/7).

Menurut Nunung, Indonesia harus mampu mewujudkan swasembada sekaligus kedaulatan pangan di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Karena itu, ketergantungan terhadap impor pangan perlu terus dikurangi melalui peningkatan produksi dalam negeri dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

“Indonesia sebagai negara besar harus mampu mencapai swasembada pangan. Dalam kondisi global saat ini kita tidak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara lain. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak bersama memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan PERHEPI siap mendukung program pemerintah melalui jaringan organisasi di 33 komisariat daerah yang terdiri atas akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi pertanian. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam penyusunan rekomendasi kebijakan maupun pengembangan program pertanian di berbagai daerah.

Nunung juga menilai regenerasi petani menjadi peluang besar untuk menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara pandang terhadap sektor pertanian yang kini semakin terbuka terhadap inovasi dan kewirausahaan.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), big data, teknologi digital, hingga pemasaran berbasis platform dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

“Mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga analisis data kini bisa didukung teknologi. Jika kemampuan teknologi generasi muda dipadukan dengan sektor pertanian, maka akan lahir ekosistem pertanian yang jauh lebih menjanjikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dr. Idha Widi Arsanti mengatakan penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menurutnya, pengembangan petani milenial, kewirausahaan pertanian, serta penguatan kelembagaan seperti koperasi perlu terus diperkuat agar mampu menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian.

“Kemampuan generasi muda dalam menguasai teknologi digital harus terus didorong agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku utama transformasi pertanian nasional,” ujarnya.

Seminar nasional tersebut dibuka Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan menghadirkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy sebagai keynote speaker. Forum ini diharapkan menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan, inovasi, serta kolaborasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kewirausahaan agribisnis, dan mendukung tercapainya ketahanan pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.