Perdagangan Akhir Pekan Rupiah dan IHSG Serempak Melemah

Perdagangan Akhir Pekan Rupiah dan IHSG Serempak Melemah

Prosatu.com – Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (19/8), dengan kuatnya tekanan pasar, membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan ditutup terpuruk di jalur negatif. Kurs rupiah pada perdagangan akhir pekan ini ditutup melemah sebesar 43 poin atau turun 0,33% ke kisaran Rp 13.163 per dolar AS. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 45 poin akibat aksi ambil untung. Investor asing melepas beberapa saham infrastruktur. Pada akhir perdagangan akhir pekan IHSG turun 45,415 poin (0,83%) ke level 5.416,035.

Kurs rupiah terhadap dolar AS pada dibuka di kisaran Rp 13.117 per dolar AS. Sedangkan, pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada berada di kisaran Rp 13.110 – Rp 13.194 per dolar AS. Sedangkan kurs tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dikeluarkan Bank Indonesia Jumat (19/8) berada di kisaran Rp 13.119 per dolar AS. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi membuka penawaran sukuk tabungan seri ST-001 tahun 2016 yang akan dimulai 22 Agustus sampai 2 September 2016. Sukuk ini memiliki jangka waktu dua tahun dengan bunga 6,9% per tahun.

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan, pembayaran dilakukan secara bilanan dalam jumlah tetap. Sukuk tersebut tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Meski demikian, diberikan fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo yakni pada akhir tahun pertama kepemilikan dan maksimal dicairkan sebelum jatuh tempo adalah 50% dari sukuk tabungan seri ST-001 yang dimiliki investor.

Dari bursa saham, transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 530,392 miliar di seluruh pasar. Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 275.369 kali pada volume 6,151 miliar lembar saham senilai Rp 7,766 triliun. Sebanyak 111 saham naik, sisanya 181 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Pada awal perdagangan, IHSG naik tipis 6,563 poin (0,12%) ke level 5.468,013 setelah kemarin naik tinggi. Investor waspada aksi ambil untung. Pergerakan IHSG tidak terlalu kencang pagi tadi. Investor asing juga masih menahan diri sambil menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) siang ini, yang akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan baru, yaitu 7 days reverse repo rate.

Mengakhiri perdagangan sesi I, IHSG turun tipis 5,545 poin (0,10%) ke level 5.455,905 akibat aksi jual investor asing. Indeks masih bertahan di level 5.400. Di sisi lain, investor asing masih mengoleksi saham-saham perbankan. Namun aksi jual asing terjadi di saham-saham berbasis infrastruktur. Bursa-bursa Asia menutup perdagangan akhir pekan rata-rata dengan menguat. Hanya pasar saham Hong Kong yang melemah.

Adapun situasi dan kondisi bursa regional, antara lain: Indeks Nikkei 225 naik 59,81 poin (0,36%) ke level 16.545,82, Indeks Hang Seng melemah 85,94 poin (0,37%) ke level 22.937,22, Indeks Komposit Shanghai bertambah 3,99 poin (0,13%) ke level 3.108,10, dan Indeks Straits Times menguat 3,92 poin (0,14%) ke level 2,840.90.

Beberapa saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 23.750 ke Rp 413.759, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 975 ke Rp 14.100, Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 610 ke Rp 4.840, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 525 ke Rp 68.025.

Sejumlah saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Siloam (SILO) turun Rp 1.025 ke Rp 10.725, Matahari (LPPF) turun Rp 850 ke Rp 20.150, United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 16.800, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 11.600.

Sebagai informasi, Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ken Dwijueasteadi mengaku waswas lantaran hingga saat ini peserta yang mendeklarasikan asetnya melalui program pengampunan pajak atau tax amnesty masih minim. Apalagi target yang diminta pemerintah untuk penerimaan negara dari program tersebut cukup tinggi yakni sekitar Rp 165 triliun.

Disampaikan, target yang ditetapkan negara terhadap program amnesti pajak cukup berat. Pemerintah menargetkan, jumlah harta yang dideklarasikan mencapai Rp 4.000 triliun, dana repatriasi sebesar Rp 1.000 triliun dan dana tebusan yang masuk ke kas negara sebesar Rp 165 triliun.

Menurut Ken, pemerintah dan dunia usaha telah berkali-kali melakukan sosialisasi amnesti pajak dengan jumlah peserta yang hadir sekitar 20 ribu orang. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 7.080 orang yang mengikuti program amnesti pajak. (bzn/ps)