Pemerintah Beri Izin 15 Investor Kelola Panas Bumi

Pemerintah Beri Izin 15 Investor Kelola Panas Bumi

16Panas

Prosatu.com Jakarta – Pemerintah pusat memberikan izin kepada 15 investor dari dalam dan luar negeri untuk mengelola sumber daya panas bumi yang berada di Indonesia sebagai salah satu program pembangunan energi listrik 35 ribu megawatt.

“Setelah diberikan izin ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral harus memeriksa apakah izin tersebut dijalankan, jangan sampai mandeg setelah izin turun,” kata Presiden Jokowi di sela pembukaan The 3th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2015 di Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Menurutnya, energi panas bumi memiliki potensi sebesar 29 ribu megawatt dan jika seluruh izin panas bumi ini sudah aktif maka potensi kekuatannya mencapai 1.515 megawatt untuk kebutuhan masyarakat di Indonesia khususnya yang berkaitan dengan kelistrikan.

Jokowi menegaskan jika ada permasalahan dalam hal pembangunan sarana dan prasarananya bisa dikonsultasikan ke pemerintah daerah setempat, jika tidak mampu maka laporkan lagi ke pemerintah provinsi, selanjutnya ke menteri yang terkait, tapi jika masih ada masalah juga maka laporkan kepada dirinya.

Masih dalam sambutannya, yang berinvestasi pun harus tegas jangan sampai hanya dapat izin saja tetapi tidak dilaksanakan dengan baik. Pemerintah juga akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada para investor yang sudah berani menanamkan investasinya khususnya di bidang energi ini baru dan terbarukan.

Di tengah semakin menipisnya cadangan sumber energi dari fosil seperti minyak bumi dan gas, energi baru dan terbarukan harus digenjot dalam pengelolaannya apalagi Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar yang salah satunya dari energi panas bumi.

“Saat ini kami sangat fokus pada energi baru dan terbarukan, apalagi konsumsi energi dari fosil seperti minyak bumi dan gas di Indonesia meningkat tujuh persen setiap tahunnya. Sehingga dengan adanya energi baru dan terbarukan ini bisa menyangga energi dari fosil yang sudah mula tipis cadangannya” kata Jokowi.

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga mengimbau kepada seluruh elemen untuk memanfaatkan sumber energi lainnya seperti dari kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), apalagi Indonesia merupakan negara terbesar ekspor kelapa sawit. Namun, ke depannya ekspor tersebut jangan bahan mentah tetapi dalam bentuk yang sudah jadi sehingga harganya akan lebih tinggi. (ant/ps)