Prosatu.com Jakarta – Bertempat di Monumen Nasional Jakarta para pencinta burung berkicau di berbagai daerah nusantara tidak lama lagi akan dapat menampilkan hobi mereka dengan mengikuti lomba burung berkicau tingkat nasional yang merupakan gelaran akhir tahun 2015 yang diselenggarakan pada Minggu 20 Desember 2015.
Ketua Pelaksana H. Rico menyampaikan, kegiatan ini sangat bwrmanfaat karena akan di selenggarakan di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. “Banyak sekali manfaat dalam acara nanti sekain berkumpulnya para pecinta burung juga menjadi destinasi wisata kota Jakarta, lomba nanti rencananya akan menggunakan 2 lapangan sekaligus dan kegiatan ini juga akan menjadi roadshow/rangkaian untuk persiapan Road To Jokowi Cup yang rencana akan di gelar pada Desember 2016,” kata Rico
Rico menjelaskan, untuk jenis burung yang di lombakan adalah murai batu, kacar love bird dan kacar untuk hadiah, panitia telah mempersiapkan 1 unit mobil, beberapa motor, sepeda dan beberapa hadiah lainnya dengan target peserta hingga 4 ribu. “Hingga kini peserta yang daftar melalui online sudah mencapai 1700 peserta,” ungkapnya saat konferensi pers persiapan lomba, Minggu (13/15/12) di Waroeng Solo, Kemang Jakarta Selatan.
Rico menambahkan, untuk merasakan atmosfer bagi pemula yang akan mengikuti lomba di tingkat Nasional, peserta tersebut hanya dikenakan biaya tiket sebesar Rp.100 ribu.
Sementara, Bastian selaku humas dari kegiatan tersebut mengatakan, dengan kegiatan yang melibatkan nama-nama besar dari pemerintah. “Saya berharap para petinggi di pemerintahan dapat memperhatikan, agar lomba seperti ini nantinya akan lebih jelas outputnya. Apalagi nantinya, dengan terselenggaranya kegiatan ini, pastinya pesertanya juga ribuan dan mereka yang berasal dari luar kota dapat menginap di hotel dekat lokasi penyelenggaraan yang berdampak naiknya perekonomian dari sisi pariwisata,” ungkapnya.
Ajang lomba akhir tahun kali ini memperebutkan Piala Wakil Presiden Jusuf Kalla dan rencananya yang mewakili JK yakni Alwi Hamud serta dihadiri pula Menteri Pariwisata Arif Yahya dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (hdyt)
















