Prosatu.com Jakarta – Motivator Merry Riana meluncurkan buku terbarunya, The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY, di Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (3/11/2025) malam.
Menurutnya, menulis buku tokoh sekaliber Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merupakan sebuah inisiatif yang lahir dari panggilan hati.
“Buku The Mentor ini sebenarnya tidak pernah saya rencanakan. Namun sering kali, hidup tidak berjalan berdasarkan rencana, tetapi berdasarkan panggilan. Dan panggilan hati itu datang ketika saya mulai melangkah lebih dalam di dunia Pemerintahan,” kata Merry.
Diketahui, Merry Riana menjabat sebagai staf khusus di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) sejak November 2024.
Peran utamanya, membantu Menteri IPK Agus Harimurti Yudhoyono dalam hal komunikasi publik. Dalam sambutannya, Merry Riana menegaskan bahwa buku ini lahir bukan dari rencana, tetapi dari panggilan hati.
Ia menceritakan bahwa dalam perjalanan barunya di ruang publik, muncul keresahan yang semakin kuat. Yaitu, tentang bagaimana dunia kini begitu bising, bagaimana ketenangan sering dianggap kelemahan, dan bagaimana ketulusan sering kalah oleh pencitraan.
Terlalu banyak bicara tentang power, tapi terlalu jarang bicara tentang principle. Nah, keresahan itulah yang akhirnya menuntun Merry untuk berinisiatif menulis.
“Saya ingin menulis bukan sebagai pengamat, tapi sebagai pembelajar. Bukan tentang kekuasaan, tapi tentang nilai. Bukan tentang teori, tapi tentang kehidupan nyata seorang pemimpin bangsa,” ujar Merry.
Merry Riana juga menyinggung dengan lembut tentang almarhumah Ibu Ani Yudhoyono, yang pernah berharap agar sang suami menulis memoar suatu hari nanti.
“Saya tahu itu adalah harapan yang sangat pribadi.Maka saya sungguh berharap, semoga buku The Mentor ini dapat menjadi awal, atau setidaknya mewakili sebagian dari harapan tersebut,” tambahnya.
Di akhir pidatonya, Merry Riana menutup dengan kalimat yang kini menjadi pesan abadi buku The Mentor.
“Semoga The Mentor menjadi cahaya kecil yang terus menyala, dari purnama ke purnama, dari hati ke hati, dari generasi ke generasi,” tutupnya.
Di peluncuran itu, Presiden SBY menghadiahkan lukisan pribadinya berjudul “The Light of Hope” kepada Merry Riana dan suaminya, Alva Tjenderasa. Ini lukisan pertama SBY dalam dimensi potret, sekaligus lukisan pertama yang dijadikan sampul buku.
“Lukisan ini tentang bulan purnama. Dalam kehidupan, itu adalah simbol kekuatan. Sumber kekuatan yaitu matahari. Tapi ada satu ruang setelah kita bergelut dengan kekuasaan dan kekuatan. Kita memerlukan kedamaian dan keteduhan. Itulah yang kita ibaratkan rembulan. Di satu sisi kita memerlukan kekuatan, tapi di sisi lain keteduhan dan kedamaian,” ungkap SBY.
“Semoga buku The Mentor membawa keteduhan kepada hati kita. Dan mudah-mudahan segala pemikiran dan langkah apa pun bisa menginspirasi generasi muda kita,” tambahnya.
Bagi SBY sendiri, buku ini adalah karya yang memantulkan kembali perjalanan hidupnya sebagai manusia dan pemimpin. “A beautiful book… so beautiful. Saya membaca sampai teraduk-aduk hati dan pikiran saya. Di Purnama ke-6, saya menangis.
Penggambaran Merry benar-benar menyentuh, seperti hidup kembali. Saya bersyukur ada seorang tokoh muda bernama Merry Riana yang menulis kisah ini dengan niat dan tujuan yang baik,” ungkapnya.
Di kesempatan ini, Menko Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga membagikan kisahnya tentang sosok sang bapak, SBY.
“Bapak mengajarkan nilai yang selalu ditunjukkan semasa hidupnya, untuk terus berbuat yang terbaik, tidak pernah setengah-setengah,” kata AHY.
“Selain itu, dalam politik, beliau adalah orang yang meyakini bahwa selalu ada pilihan. Kita harus memiliki keberanian memilih mana yang terbaik untuk kita. Jurus yang diajarkan adalah jurus-jurus yang baik,” tambahnya.
Diketahui, acara peluncuran ini dihadiri oleh para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta berbagai tokoh publik, pengusaha, dan insan media.
Di antaranya, Wakil Presiden RI di era SBY Boediono, Yenny Wahid, Ilham Habibie, Maruarar Sirait, Maman Abdurrrahman, Stella Christie, Chairul Tanjung, James Riady, Hermanto Tanoko, Lilik Oetama, Djoko Susanto, Irwan Hidayat, Raam Punjabi, Achmad Zaky, Raffi Ahmad, Alberthiene Endah, Arief Suditomo, dan Atta Halilintar.
The Mentor: 9 Purnama di Sisi SBY adalah karya terbaru Merry Riana, seorang entrepreneur, investor, content creator, dan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan.
Ditulis berdasarkan pengalaman nyata selama sembilan bulan mendampingi Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, buku ini memadukan kisah perjalanan, nilai-nilai kepemimpinan, refleksi spiritual, dan pelajaran kehidupan yang abadi.
















