Menteri PPA Anggap Terminal Pulogadung dan Pelabuhan Tj.Priok Lalai Lindungi Perempuan dan Anak

Prosatu.com Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohana Susana Yembise meninjau dibeberapa tempat lokasi bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman dalam rangka liburan Hari Raya Idul Fitri 1437 H/2016. Hal tersebut untuk melihat langsung kesiapan pelayanan dan fasilitas ramah anak dan perempuan di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur dan Stasiun Senen, Jakarta Pusat pada Senin (4/7).

Datang bersama rombongan, Menteri mengawalinya di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur. Yohana sedikit menyinggung pelayanan di Terminal Pulogadung, Pelabuhan Tanjung Priok,dan Stasiun Senen.

“Untuk di Terminal Pulogadung dan Pelabuhan Tanjung Priok masih jauh dari harapan dalam melindungi perempuan dan anak, sangat beda dengan Stasiun Senen yang bagus. Jadi di terminal Pulogadung perlu dibenahi.Ke depan saya minta Kemenhub (Kementerian Perhubungan) untuk disediakan kendaraan khusus dan ber AC bagi penyandang dissabilitas agar dilayani. Pelayanan kesehatan sudah ada tapi belum ada dokter, bilamana ada pemudik perempuan dan anak-anak yang kelihatan sakit harus sudah tersedia,” kata Yohana.

Menurutnya, dengan tidak adanya ruang kesehatan dan tempat bermain anak menunjukkan pengelola Terminal Pulogadung dan pelabuhan Tanjung Priok masih lalai. Apalagi bila mengabaikan masalah perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Yohana menambahkan, dirinya ingin ke depan di terminal Pulogadung dan Pelabuhan Tanjung Priok agar dapat membenahi lagi masalah pelayanan dengan baik. Terutama, tidak mengabaikan perlindungan terhadap anak.

“Saya lihat masalah alat kesehatan dan penyediaan medis masih kurang di terminal Pulogadung dan pelabuhan Tanjung Priok tersebut, dan ke depan harus dibenahi lagi. Apalagi bagi penyandang disabilitas belum tersedia,” papar Yohana.

Dalam peninjauan ke tiga lokasi itu, menteri ingin bisa terwujud mudik ramah perempuan dan anak. Selain itu, sejalan dengan komitmen Kementerian PPA melalui program unggulan “Three Ends”, yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan, akhiri perdagangan orang, dan akhiri kesenjangan akses perempuan di bidang ekonomi.

Untuk di Stasiun Senen saat melakukan pemantauan langsung menurut Yohana, peninjauan fasilitas ramah anak dan perempuan seperti ruang tunggu anak, ruang laktasi, fasilitas anak dan perempuan di dalam kereta telah memadai.

“Fasilitas untuk perempuan dan anak di Stasiun Senen secara umum sudah baik dan lengkap, hanya kurang fasilitas playground untuk anak-anak dan fasilitas bagi disabilitas”, tutur Yohana.

Menteri Yohana pun turut memantau sejumlah fasilitas bagi perempuan dan anak yang menggunakan jasa kereta apo untuk mudik, seperti Customer Service, Ruang Laktasi, Ruang Kesehatan dan dalam gerbong kereta api.

Kegiatan pemantauan langsung telah rutin dilaksanakan Kementerian PPA setiap tahun untuk meninjau kesiapan fasilitas bagi anak dan perempuan di lokasi mudik. Di sela-sela pemantauan, Menteri Yohana membagikan bingkisan berupa makanan ringan, susu anak, pakaian anak-anak dan dewasa kepada sejumlah ibu dan anak yang ditemui di stasiun.

Sedangkan, Excecutive Vice President DAOP 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI),John Roberto, mengungkapkan, adanya peningkatan sebesar 16% terhadap jumlah penumpang yang melakukan mudik di Daerah Operasi 1 Jakarta, dibanding tahun sebelumnya. Bahkan moda transportasi bebas macet ini mengklaim jika pihaknya telah melewati masa krisis mudik lebaran 2016.

“Puncak jumlah penumpang mudik yang menggunakan kereta telah terjadi pada Sabtu (2/7) kemarin dengan tiket seluruhnya sekitar 24 ribu tiket habis terjual”, kata John Roberto.

Menurut dia, kenaikan jumlah penumpang diantisipasi dengan penambahan perjalalan kereta sebanyak enam tambahan perjalanan kereta, dengan satu tambahan perjalanan kereta yang baru diadakan pada tahun ini dengan tujuan Kutoarjo. Adapun tujuan dengan jumlah terbanyak yaitu tujuan Kutoarjo dan Purwokerto.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera dan Jawa, kenaikan jumlah penumpang sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak ada kenaikan tarif tiket kereta dan penjualan tiket semua dilakukan dengan sistem online untuk mencegah adanya calo.

“Pelanggaran yang terjadi kecil, tahun ini tidak ada calo, hanya ada yang coba melakukan penipuan ID dengan modus di scan, tapi ketahuan di boarding pass dan kemudian diusir”, tandasnya. (albi)