Prosatu.com Jakarta – Kali ini, Pemasyarakatan akan buka-bukaan. Menjawab semua pertanyaan tentang isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait Pemasyarakatan. Menyajikan dengan gamblang tugas, fungsi, prestasi hingga kendala dan kemelut yang kerap dihadapi dalam usaha menegakkan Sistem Pemasyarakatan di Indonesia.
Meningkatnya trend kejahatan dewasa ini juga turut berpengaruh besar dengan kondisi Pemasyarakatan di Indonesia saat ini, salah satunya adalah over crowded. Ditengah-tengah keadaan itu, Pemasyarakatan terus dituntut untuk dapat menjawab tantangan dengan kinerja yang lebih baik mengikuti perkembangan jaman.
Namun, menurut Direktur Jenderal Pemasyarakatan, I Wayan K. Dusak, Pemasyarakatan tidak perlu berkecil hati, karena hampir semua negara di dunia menghadapi hal yang sama akibat perkembangan kejahatan. “Tidak hanya di Indonesia dengan Sistem Pemasyarakatannya, hal ini juga dialami oleh hampir semua penjara di seluruh dunia,” ungkapnya.
Dusak mengungkapkan ada 4 (empat) unsur penting yang menjamin berjalannya Sistem Pemasyarakatan dapat berjalan dengan baik di Indonesia. Empat unsur tersebut adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mau dibina, petugas Pemasyarakatan yang berintegritas, keluarga dan masyarakat, serta pihak swasta sebagai wadah pengembangan kreativitasnya.
Adapun empat unsur penting pembinaan dan penegakan Sistem Pemasyarakatan tersebut juga diimbangi oleh empat kendala yang muncul akibat terus berkembangnya jenis kejahatan. “Empat kendala tersebut adalah regulasi dan penerapannya, over crowded, sarana dan prasarana yang minim, serta sumber daya manusia yang pas-pasan,” tuturnya.
Terlepas dari pada itu, Ia juga menerangkan bahwa dalam keterbatasan dan tantangan itu Pemasyarakatan telah berhasil membentuk UPT (unit Pelaksana Teknis) Pemasyarakatan menjadi tempat pembinaan yang potensial bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjadi insan yang mandiri hingga membentuk wirausaha baru melalui program Industri dalam Lapas.
“Lapas tidak bisa lagi dianggap sebagai gudangnya masalah, namun tempat potensial membentuk WBP menjadi pribadi yang lebih baik dengan bekal kompetensi yang menginpirasi,” ujar Dusaak
Di usia ke-53 tahun ini, Pemasyarakatan ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tetap berinovasi mendukung pembangunan dengan langkah dan upaya strategis yang telah dilakukan demi mewujudkan Pemasyarakatan PASTI Bersih Melayani. Menjunjung tinggi nilai kemanusian dengan tetap konsisten menyataka perang terhadap segala bentuk penyimpangan di dalam tubuh dan organisasi Pemasyarakatan.
Pemberantasan segala bentuk penyimpangan seperti narkoba, handphone, dan pungutan liar (pungli) merupakan harga mati kebulatan tekad seluruh jajaran Pemasyarakatan dalam mewujudkan Pemasyarakatan PASTI SMART (sinergi, minded, aktif, responsif, talk). Komitmen itu semakin kencang digelorakan sebagai penguatan kualitas sumber daya manusia petugas serta pelaksanaan tugas di bidang pembinaan narapidana, perawatan tahanan, pembimbingan klien, serta pengelolan benda sitaan dan barang rampasan negara.
Berikut beberapa kejadian penting yang telah dilakukan Pemasyarakatan terkait eksistensinya membinaan WBP dalam pembangunan bangsa dan negara diantaranya, Pembentukan Industri dalam Lapas yang saat ini semakin kuat dan menembus pasar ekspor hingga pemecahan rekor dunia dari MURI (Musium Rekor Indonesia) untuk beberapa kategori selama tahun 2016-2017 yaitu Menyanyikan Lagu Hari Merdeka serentak terbanyak di seluruh lapas dan rutan di Indonesia, memainkan olalraga tradisional trompah panjang terbanyak, kunjungan keluarga WBP serentak di seluruh lapas rutan se-lndonesia, Jambore narapidana terbanyak dan Khatamanserentak di seluruh lapas dan rutan seluruh Indonesia.
















