Mengenal Lebih Dekat dengan Profesi Specialisasi Lighting Design

Mengenal Lebih Dekat dengan Profesi Specialisasi Lighting Design

Prosatu.com Jakarta – Menerapkan penggunaan lampu di rumah pada dasarnya berfungsi sebagai pencahayaan untuk menerangi tiap-tiap ruang dalam rumah. Tapi tidak sedikit juga yang memanfaatkan lampu sebagai salah satu pendukung desain interior dengan menciptakan kenyamanan ruang. Lampu juga memiliki peranan penting untuk mempercantik arsitektur rumah jika diterapkan dengan tepat.

Pencahayaan yang tepat bisa menimbulkan efek yang elegan, modern dan dinamis pada tiap ruang rumah. Beragam mode rumah bisa menerapkan pencahayaan untuk menampilkan kesan modern, kotemporer, classic, dan tropical.

Nah, rupanya ada lho suatu profesi yang memiliki keahlian dalam bidang pencahayaan tersebut. Ya, profesi tersebut adalah lighting designer. Seperti yang ditekuni oleh Ryan Salim, seorang professional lighting designer, yang juga merupakan founder sekaligus design principal di Erreluce.

Erreluce atau yang disingkat sebagai ЯLUCE adalah praktisi professional design dan konsultan yang bergerak di bidang special lighting terhadap architecture, interior, landscape dan beberapa bidang lainnya. Erreluce rupanya telah berdiri sejak 2014 akhir sampai sekarang ini.

“Arti dibalik huruf R sendiri mengapa dipanggil erreluce, karena ejaan alfabet R dalam bahasa Italia ya itu “erre”. Cerita dibalik erreluce juga kembali dimana saya menimba ilmu tentang lighting design di Istituto Europeo di Design Milano, dimana konsep dan philosophy adalah jiwa dari sebuah proyek dan kolaborasi antar berbagai bidang seperti ruang, material dan furniture design, berperan dalam suatu interior arsitektur. Hal yang utama juga adalah kolaborasi antara berbagai praktisi seperti arsitek, interior, landscape, graphic, kontraktor dan client juga menentukan titik awal keberhasilan suatu proyek,” jelas Ryan.

Lebih lanjut Ryan menjelaskan, alasan mengapa dirinya memilih specialisasi lighting design dari pada bidang awal ia berkuliah di interior design adalah karena sejak dahulu ia memang sudah menekuni bidang photography dimana cahaya selalu dimainkan untuk menentukan mood dan feeling untuk menciptakan foto sesuai dengan imaginasi photographernya. dari situ dirinya merasa memiliki korelasi hubungan antara design interior dan cahaya yang sangat penting sekali.

“Saya bisa mengekspresikan feeling dan imaginasi saya dalam bentuk cahaya dalam suatu ruang. Di tahun 2012 saat masih kuliah, principal design di tempat saya berkerja juga mendorong saya untuk lebih spesifik ke dalam lighting design, potensi market saat itu belum besar dan hanya didominasi oleh konsultan konsultan besar pada umumnya. Tapi saya juga tidak menyangka dengan posisi erreluce yang sekarang, reputasi memang harus dipupuk perlahan, tentunya berkat jasa para client dan partner design dari erreluce sendiri juga. Kita bergerak di bidang jasa, selain design tapi service juga hal yang utama,” terang Ryan.

Dirinya lalu teringat akan klien pertamanya kala itu yang merupakan seorang dokter gigi specialist di daerah Lampung, kebetulan dirinya juga berasal dari Lampung. Dirinya lalu diberi kesempatan untuk mendesign lighting sebuah restaurant yang terbilang baik di masa itu dan masih berdiri sampai sekarang. Ia melihat konsep interiornya sangat menarik dan dari segi makanan pun memiliki potensi yang besar. Ryan lalu meyakinkan clientnya bahwa lighting juga harus tepat dan dramatic untuk membuat ambiance ruang lebih baik.

Ketika ditanya mengenai keunggulan erreluce dibanding dengan pesaing lainnya, Ryan melihat bahwa erreluce unggul karena dirinya bergerak di banyak segment pasar, tidak pilih-pilih klien dan partner-partner designnya juga saling support satu sama lain.

“Selalu bergerak sama-sama, dan tidak hanya 1 2 tapi semakin banyak. Rata-rata pun yang sudah kolaborasi dengan erreluce pasti next projectnya akan lanjut karena chemistrynya kita memang klop dan cocok. Tapi di sisi lain erreluce sendiri tidak hanya terpaku wawasannya di lighting design saja tapi kami juga dibekali wawasan interior design dimana berguna untuk merasakan space dan design dari team design lain, karena lighting itu sendiri harus bisa merespon element-element yang ada di sekitarnya. Namun juga dari segi teknis kita sangat kuat dalam mengexplorasi produk produk, memfilter quality produk dan memanage budget yang sesuai dengan project,” ujar Ryan.

Ucapan Ryan tadi memang bukan tanpa bukti. Lihat saja sudah berapa banyak klien yang sudah terpuaskan dengan jasa erreluce. Beberapa proyek yang hits seperti Kisaku by Raline Shah, Urban Farm di Golf Island PIK, Monsieur Spoon di cabang pertama di Golf Island PIK (yang sempat mendapatkan honorable mentioned oleh LIT design award 2021), Scarlett’s cake PIK, This Earth di Batavia Cove restaurant, Wabi Sabi Restaurant di Gedung MD dan Talassa Jakarta di Batavia Cove telah merasakan kehebatan dari tangan dingin Ryan Salim bersama erreluce-nya.

“Di Bandung juga ada beberapa seperti Aom Dining Club yang baru saja opening dan Sawo Coffee 2.0 di Jalan Rontgen. Selain itu erreluce juga di beri kesempatan untuk berkolaborasi dengan arsitek ternama dari semarang yang sedang mendesign rumah untuk RANS ( Raffi Ahmad Nagita Slavina) di Andara Residence, dan masi banyak lagi yang bisa di cek di Instagram di @erreluce,” ungkapnya.

Soal biaya, Ryan menjelaskan bahwa sifatnya variatif. Tergantung dari complexity proyeknya dan siapa designernya.

“Kalau sudah partner lama sama kami tentunya sudah saling tau detail dan kemauan designer tersebut jadi akan lebih mudah untuk mendesign dan konsultasi. Kemudian untuk sisi client dan jenis designnya apakah komersial atau residensial itu akan berbeda scopenya karena berkaitan dengan masa waktu proyek juga. Untuk detail lebih lanjut bisa DM kami di instagram atau kunjungi website kami di www.erreluce.net,” terang Ryan.

Ryan berharap, ke depan dirinya tetap bisa lebih memberikan service yang semakin baik dan solusi-solusi yang praktis dan efisien, karena semakin banyak pengalaman pasti solusi juga semakin banyak, kemudian bisa selalu cocok dengan kemauan semua pihak, designer, client, dan kontraktor.

“Pada akhirnya, kita semua adalah team yang bekerja sama untuk menghasilkan proyek berkualitas dan bisa menginspirasi designer dan viewer lain. Harapan paling utama dari saya, seorang lighting designer juga, semoga jenis para orang awam dan designer dan future client lebih bisa mempertimbangkan bahwa lighting itu merupakan sub divisi yang penting di dalam suatu proyek. Karena dari tahun lalu pun kita tidak hanya berbisnis tapi kita juga mengedukasi berbagai macam orang dan designer. Lighting designer masih kurang dikenal lho terutama di daerah-daerah di luar Jakarta dan Bali. Ada beberapa tapi belum umum untuk mereka,” harap Ryan.