Marskal Cheppy Hakim Luncurkan Buku Sengketa di Lanud Halim Perdanakusuma

Prosatu.com Jakarta – Buku sengketa “Di Lanud Halim Perdanakusuma” karangan Marskal Cheppy Hakim (mantan KSAU) diluncurkan di Jakarta, Jumat 29 Juli 2016.

Buku ini membahas masalah pelabuhan udara dan secara khusus tentang pangkalan udara (Lanud),militer yang juga di gunakan oleh penerbangan sipil komeraial. Pelabuhan adalah sarana vital bagi dunia penerbangan.

“Tanpa pelabuhan udara, pesawat udara baik sipil maupun militer tidak mungkin dapat (take off) mauoun mendarat (landing) atau untuk embarkasu dan tujuan para pengguna penerbangan,” ujar Chepppy Hakim saat peluncuran buku di Jakarta.

Dalam.buku ini membahas tentang peristiwa tabrakan antara pesawat Batik Air dengan pesawat Trans Nusa yang terjadinpada tanggal 4 April 2016 serta hampir terjadi tabrakan antara pesawat Batik Air dengan Trans Wisata pafa tanggal 7 April 2016.

Dengan kejadian tersebut menyadarkan kita tentang faktor keamanan dan keselamatan penerbangan di Indonesia.

Marskal Cheppy Hakim dalam buku ini juga membahas tentang status dan fungsi pelabuhan udara Halim Perdanakusuma sebagai Pangkalan Udara (Lanud) Militer milik TNI AU yang di fungsikan sebagai bandara sipil-komersil.

Marskal Cheppy Hakim juga menambahkan betapa penting dan strategis peran bandara bagi kegiatan penerbangan baik sipil maupun militer.

“Faktor keamanan dan keselamatan penumpang merupakan hal yang sangat penting dan orang atau siapapun yang akan menggunakan jasa penerbangan perlu adanya jaminan keselamatan penerbangan,” pungkas Cheppy Hakim. (hdyt)