Lingkungan Pekerja Penyumbang Tertinggi Pengguna Narkoba

Lingkungan Pekerja Penyumbang Tertinggi Pengguna Narkoba

Foto Hari II (Narsum Direktur Advokasi)

Prosatu.com Jakarta – Tingkat penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin memperihatinkan. Dari hasil penelitian BNN terdapat 4, 2 juta jiwa pengguna narkoba dan persentase terbesar datang dari kalangan pekerja.

Laporan dari ILO sendiri menyebutkan di seluruh dunia terdapat 70% alcoholic dan lebih dari 60% adalah pengguna narkoba. Hal ini tentu saja sangat memperihatinkan. Oleh karena itu pengetahuan tentang pencegahan penyalahgunaan narkoba harus diketahui oleh setiap orang termasuk lingkungan Instansi Pemerintah demikian di katakan Dra Yunis Farida Oktora Direktur Advokasi Badan Narkotika Nasional (BNN), pada acara penguatan kapasitas penggiat anti narkoba pada instansi pemerintah hari ke dua di Jakarta.

“Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pekerja dibutuhkan kebijakan yang diketahui dan disepakati oleh semua karyawan. Kebijakan ini harus disepakati dan diketahui oleh semua karyawan level atas hingga level bawah agar mereka mengetahui konsekuensi jika mereka menggunakan narkoba,”ujar Yunis.

Faktor penyalahgunaan narkoba di tempat kerja menurut Yunis karena faktor pekerja itu sendiri, ketersediaan narkoba dan lingkungan kerja serta tuntutan pekerjaan yang tinggi yang menyebabkan orang stres sehingga mengkonsumsi narkoba.

“Pencegahan narkoba di tempat kerja dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas seperti melaksanakan tes urine, training/pelatihan, mengadakan family gathering, memasang poster tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, mengadakan berbagai dan juga melalui kampanye di media sosial seperti website, agar karyawan mengerti dan paham bahaya mnegunakan narkoba,”terangnya.

Dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS Deputi Rehabilitasi BNN, megatakan pengguna narkoba tertinggi menurut survey adalah dari lingkungan pekerja, termasuk juga di instansi pemerintahan. Oleh karenanya para pekerja perlu waspada karena mereka rawan menjadi penyalahguna narkoba ahkan menjadi sasaran pengedar.
”Penggunaan narkoba di lingkungan pekarja dapat berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan,”ungkap Diah.

Sementara Dedi Dwitagama selaku narasumber yang juga motivator menjelaskan perlunya membangunan karakter bagi semua anggota masyarakat,khususnya bagi aparat pemerintah untuk terhindar dari bahaya penyalahgunaan narkoba karena pendidikan yang tinggi tidak menjamin seseorang mempunyai karakter yang kuat.

“Pembentukan karakter ditentukan oleh pemahaman akan moral yang baik dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari yang juga dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dilingkungan sekitar,”terang Dedi (red/ps)