Prosatu.com Jakarta – Indonesia saat ini termasuk dalam lima besar negara dengan jumlah lanjut usia terbanyak di dunia. Dengan semakin membaiknya tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat menjadikan jumlah warga lanjut usia (lansia) di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Indonesia (PERGERI) DR. AB Susanto mengatakan Kami ingin sebagai warga senior/ lansia mempunyai hidup yang lebih berkualitas di masa emasnya.
“Saya bantah bila masyarakat beranggapan kalau warga lansia, yang berusia diatas 65 tahun dianggap kurang produktif,” ujar Susanto saat konferensi pers di Menteng Jakarta, Rabu (15/6/16).
AB Susanto menambahkan, usia diatas 50 tahun bukan usia yang tidak produktif dan mereka mampu untuk berkompetisi dengan anak muda yang tak kalah semangat. Namun, memang yang menjadi persoalan utama saat ini adalah bagi mereka yang berusia lanjut yang berada di desa – desa yang kurang mendapat perhatian bahkan mereka tidak mempunyai kemapanan secara keuangan.
“Tapi, ada juga bila anaknya yang sudah mapan di kota, maka anak tesebut akan membawa orang tuanya untuk tinggal bersama dengan jaminan hidup dan kesehatan yang lebih baik tentunya,” ungkap AB Susanto yang juga warga senior.
Namun begitu katanya lagi, berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis
“Pemerintah wajib menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum PERGERI, Dr Tony Setiabudhi PhD menambahkan, jumlah lansia di Indonesia yang tercatat sudah mencapai angka 16 juta atau 7 persen dari jumlah penduduk, ini merupakan jumlah yang cukup besar. “Saya berkeyakinan, kalau kaum lansia masih dapat diberdayakan guna menopang keberlangsungan ekonomi Indonesia. Kendati secara fisik orang tampak tergolong lansia, namun dari segi pikiran, mereka masih bisa dilibatkan dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Jadi sangat potensial untuk diberdayakan dalam proses pembangunan di tanah air,” tandasnya.
Ditambahkan, sebagai warga lanjut usia, dirinya dan seleuruh pengurus maupun anggota PERGERI serta juga warga-warga lansia lain, walau rata-rata berusia diatas 60 tahun, tetap semangat. “Kami layak disebut lansia tangguh, sebab kami sebagai lansia yang berusia diatas 60 tahun, tapi tetapkan Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif.
“Kami akan berusaha wujudkan itu dengan warga lansia lain, namun begitu, kami juga perlu campur tangan dari pihak lain, baik dari pemerintah Indonesia maupun dari organisasi negara seperti PBB,” pungkas Tony. (hdyt)















