Komunitas Pendukung Ichsanuddin Noorsy Terbentuk

Komunitas Pendukung Ichsanuddin Noorsy Terbentuk

norsy

Prosatu.com – Pilkada di DKI Jakarta memang masih dua tahun lagi,namun sudah ada beberapa relawan pendukung calon yang sudah bergerak,seperti relawan pendukung Ichsanuddin Noorsy yang menamakan diri mereka KOMUNITAS PENDUKUNG ICHSANUDDIN NOORSY (KPIN) Mereka bahkan terus berupaya untuk membuat cara-cara yang memudahkan tiap warga ibu kota untuk mengumpulkan fotokopi KTP sebagai bentuk dukungannya.

“Langkah-langkah untuk mendukung Ichsanuddin Noorsy kini sudah dengan panduan yang baru. Kita buat semudah mungkin agar orang bisa memberikan dukungannya,” sebut juru bicara KPIN, Ahmad Dumyadi.Dijelaskan Dumyadi, warga yang ingin mendukung Ichsanuddin Noorsy hanya diminta mengisi formulir dukungan yang bisa didapat di posko KPIN, Mereka juga tidak akan diminta berjanji untuk tidak mendukung calon lain.

“Kami sudah konsultasi ke KPUD. Ternyata dengan hanya satu formulir dukungan saja sudah boleh selama ada rekapnya..“Selain KTP, identitas kependudukan lain yang bisa digunakan adalah fotokopi paspor dan KK, 1 orang 1 KK,” jelas Dumyadi.Langkah selanjutnya adalah memasukkan formulir tersebut ke dalam amplop, dengan disertakan fotokopi KTP untuk diserahkan di posko. Sementara itu,Ada tiga nama tokoh yang digadang-gadang mampu menyaingi kepopuleran Ahok dalam Pilgub DKI 2017. Ketiga orang tersebut, yakni pengamat ekonomi yang juga putra betawi asli Ichsanuddin Noorsy,H.Lulung serta Adyaksa Dault, bisa jadi lawan yang sepadan untuk menghadapi Ahok,” ujar Budi Mulyawan S.H Wakil ketua Ikatan Silaturahmi Betawi Muara (ISBM) Saat ditemui di posko ISBM cipinang muara raya.

Budi menjelaskan, jika benar ketiganya akan melaju ke Pilkada DKI 2017 mendatang tak ada salahnya untuk mempromosikan diri dari sekarang.“Harus di promosikan mulai sekarang. Tapi sepertinya kans terbesar ada pada Ichsanuddin Noorsy untuk bisa mengalahkan Ahok,” tambahnya. Saat ditanya untuk calon pendamping Ahok sebagai wakil gubernur DKI, Budi menjawab, pilihannya masih pada Djarot yang saat ini juga tetap setia mendampingi Ahok.

”Saya kira masih dengan Djarot, meski suka salah paham tapi jarot bisa menahan diri. Ngerem Ahok,” terangnya. Setahun kedepan, lanjutnya, Ahok dan Djarot harus bisa membuktikan bahwa keduanya bisa bersinergi, meski kadang-kadang hubungannya panas dingin.”Sulit mencari pasangan yang benar-benar pas dengan Ahok. Mungkin malah nggak ada sama sekali, tipikalnya Ahok itu single fighter,” tutup Budi. (Ahmad Ahyar)