Ketua IWAPI Jabar : Tahun Ini Ingin Dorong Peningkatan Inovasi Produk

Ketua IWAPI Jabar : Tahun Ini Ingin Dorong Peningkatan Inovasi Produk

Prosatu.com Bandung – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DPD Jawa Barat Sukses menggelar Rakerda XXV yang dihadiri 250 orang dari 18 pengurus DPC IWAPI seluruh provinsi Jawa Barat.

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan pada Selasa (24/1) di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45 No. 123, Bandung ini mengangkat tema “Meningkatkan Inovasi dan Daya Saing Produk Untuk Meningkatkan Pasar Global “.

Ketua IWAPI DPD Jawa Barat, Hj. Masrura Ramidjal, SE.,M.BA.,MSC “ menyampaikan, selain Rakerda DPD IWAPI Jawa Barat XXV hari ini juga kita melantik 5 DPC di antaranya : Garut, Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu.

“Persyaratan menjadi anggota IWAPI ini mutlak harus seorang wanita dan memiliki usaha dalam artian, harus memiliki kemampuan menghasilkan uang, walaupun usaha yang di jalani masih dalam skala kecil,” ujar Masrura.

Lebih lanjut katanya, dalam hal pembinaan anggota sendiri, pengurus bertanggung jawab membantu para anggota bersama organisasi lain dan pemerintah untuk memajukan mereka. Pada tahun ini kita ingin mendorong peningkatan Inovasi produk, karena jujur saja pada saat ini kita terkendala dengan SDM yang inovatif.

“Kalau untuk Bandung sih sudah oke, tapi daerah-daerah lainnya mesti terus di bina sehingga Inovasi dan Kreatifitasnya bisa ditingkatkan,” tegasnya.

Masrura mengakui kalau dirinya menjabat sebagai ketua DPD IWAPI Jawa Barat baru tahun kemarin dan pada tahun kemarin itu, dia berfokus kepada konsolidasi organisasi dan pelatihan-pelatihan bestur kewirausahaan.

“Untuk di IWAPI sendiri saya menekankan untuk memakai produk-produk hasil produksi dari anggota, contohnya, jika saya membutuhkan kerudung, saya tidak bakalan mencari produk tersebut ke orang lain jika anggota saya ada yang memproduksinya, ini merupakan salah satu bentuk support sesama anggota dan sesama perempuan. Karena hanya perempuan yang bisa mengerti perempuan,” guraunya.

Diakuinya dalam menjalankan usaha ada beberapa kendala yang biasa di hadapi, diantara : SDM, akses pasar, infrastruktur, permodalan, perbankan dan semua itu sudah menjadi masalah yang klasik. Akan tetapi keuntungan berorganisasi baik di IWAPI maupun organisasi lain agar semua masalah tersebut bisa di carikan solusinya.

Sementara, Ketua Pelaksana sekaligus Wakil Kegiatan Usaha bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Merry Atmadibrata menambahkan, dalam setiap kegiatan pasti ada kendala, akan tetapi kendala tersebut bukan untuk di takuti tapi di cari solusinya.

“Dalam segi jabatan saya selaku wakil kegiatan usaha bidang Pariwisata dan ekonomi kreatif perlu menjelaskan, ekonomi kreatif ini sama dengan UKM, kita mengangkat UKM dan melibatkan anggota muda, karena dengan kreatifitas anak muda sekarang, identik dengan era ekonomi digital. Sehingga pada saat ini pemasarannya melalui online dengan lingkup pasar yang luas,” tukas wanita yang akrab disapa Meri.

Masih menurutnya, dalam mendukung program IWAPI tahun ini, guna meningkatkan inovasi dan daya saing produk untuk meningkatkan pasar global, selaku Wakil Kegiatan Usaha bidang Pariwisata dan ekonomi kreatif, saya menyatakan “Siap” mensukseskan program tersebut, karena pada tahun ini saya memiliki 4 program kerja,” jelasnya. (Lb/ps)