Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Dengan Reaktor Fusi Yang Lebih Aman

Kesiapan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Dengan Reaktor Fusi Yang Lebih Aman

Prosatu.com Jakarta – Pembangkit listrik tenaga nuklir dengan reaktor fusi yang lebih aman diperkirakan akan siap dikomersilkan pada 2020-2050. Pemerintah Indonesia harus siap karena penggunaan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia sangat memerlukan standar keamanan kerja dan keselamatan tinggi.

Kebutuhan pembangunan PLTN sebagai sumber listrik antara Indonesia dan negara lain berbeda. Negara-negara lain memiliki sumber energi yang terbatas, sedang Indonesia memiliki variasi sumber energi lebih banyak. Namun, banyak sumber energi listrik yang aman dan murah itu belum tergarap.

Wakil Rektor Universitas Kristen Indonesia (UKI) Bernadetha Nadeak menyampaikan bahwa UKI turut mendorong perwujudan atas hak pilih masyarakat dalam cara memperoleh energi yang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi Pasal 19 dari UU tersebut menyebutkan tentang Hak dan Peran masyarakat.

“Bahwa setiap orang tentunya harus menikmati energi dan UKI merasa perlu untuk menyebarkan luaskan kepada masyarakat untuk mengikuti proses penyusunan rencana umum Energi Nuklir Nasional yang tengah di rancang saat ini”,ujar Bernadetha Nadeak di Kampus UKI Jakarta, Senin (1/12/2016).

Ia juga menambahkan Keinginan UKI untuk mensosialisasi kepada masyarakat agar mengetahui sejauh mana kita melihat persoalaan pembangunan Nuklir dan bagaimana akibat reaksi nuklir yang dapat merugikan masyarakat ” ungkap Bernadetha.

Enegi nuklir merupakan energi yang paling padat dari semua energi yang dikenal dan dikembangkan oleh manusia. Reaksi nuklir menghasilkan energi yang sangat dasyat, sehingga manusia telah menggunakan untuk bom dengan daya hancur yang luar biasa. Untuk bisa memanfaatkan energ dari rekasi NUKLIR, dibutuhkan teknologi yang tinggi. Teknologi yang dibutuhkan adalah pengendalian rekasi nuklir agar menghasilkan energi yang dibutuhkan (tidak terlalu besar seperti bom), menahan radiasi nuklir yang sangat berbahaya, dan mengubah panas menjadi listrik. (hdyt)