Prosatu.com Jakarta — Untuk mempromosikan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke 28 tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayawijaya, Dinas Pariwisata Jayawijaya serta Kementerian Pariwisata Indonesia bekerjasama dengan Baliem Max Event Organizer sebagai sebuah penyelenggara even ini telah melakukan roadshow ke beberapa kota, diantaranya Lombok (Gili Trawangan) 11 – 12 Juli 2017, Bali 15 – 16 Juli 2017.
Dalam roadshow tersebut dibagikan brosur dan flyer ke hotel – hotel dan biro perjalanan, serta iklan di media cetak dan elektronik. Antusias untuk FBLB dari turis mancanegara sangat baik. Diharapkan dengan diadakannya kegiatan roadshow dan publikasi ini, dapat menjaring wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang kegiatan FBLB 2017 ini.
Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo mengatakan pada kegiatan FBLB kami bertujuan untuk melestarikan budaya peninggalan leluhur di daerah Jayawijaya yang mulai terkikis seiring perkembangan zaman, agar terus dapat di lihat dan dinikmati oleh masyarakat Jayawijaya den Papua khususnya bangsa Indonesia pada umumnya.
“Pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem ke 28 akan diadakan pada tanggal 08 – 11 Agustus 2017 di Distrik Welesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua,” ujarnya saat konferensi pers FBLB di hotel Morrissey, Jakarta, Jumat (28/07/2017).
Lanjut John, diharapkan dengan adanya pelaksanaan FBLB 2017 ini, jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara semakin meningkat setiap tahunnya ke Jayawijaya. Pada tahun 2016, jumlah wisatawan yang hadir 41.275, sedangkan wisatawan mancanegara 1.214.
“Target tahun ini untuk kehadiran wisatawan nusantara 45.000 dan wisatawan mancanegara 1.750. Dengan adanya kegiatan Festival Budaya Lembah Baliem 2017 ini diharapkan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat yang ada di Jayawijaya, baik itu sopir, pemilik mobil, pemilik hotel, toko – toko, dan lain – lain serta diharapkan kenaikan PAD di sektor pariwisata,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya, Alpius Wetipo menyatakan pada FBLB 2017 nanti berbeda dengan FBLB sebelumnya. Karena dalam FBLB ke 28 nanti akan ada pemecahan rekor MURI (ORI) dan RHR untuk kategori lempar 1.000 sege (tombak tradisional suku Dani).
“Selain rekor MURI, kami juga menggelar lomba foto dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Adapun lomba foto tersebut meliputi kategori lomba foto instragram, foto booth, dan foto profesional untuk umum,” ujarnya.
Atraksi Budaya Lembah Baliem, tambah Alpius, akan ditampilkan ketrampilan alat musik Pikon (alat musik tradisional Jayawijaya), atraksi perang – perangan oleh 3.000 peserta dari 40 Distrik di Kabupaten Jayawijaya, atraksi tari – tarian tradisional Lembah Baliem, Karabi Babi dan lomba membuat api ala suku Dani.
“FBLB 2017 ini juga akan diadakan pameran budaya, lomba vokal group dan tarian budaya, seminar budaya, karnaval budaya dan gala dinner,” tutupnya.
















