Prosatu.com Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) Se-Indonesia menuntut pelaksanaan Pilkada Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019 dapat berlangsung dengan Jujur, adil dan Transparan. Hal itu guna mewujudkan Indonesia yang aman, Damai secara Kondusif.
“Agar dapat meminimalisir masalah-masalah yang ada, kami juga akan menolak kampanye hitam bernuansa SARA dan Politik Uang,” ujar Presidium Nasional BEM PTAI Se-Indonesia, Nica Ranu Andika yang juga akrab disapa Ranu di Jakarta, Senin (23/4).
Untuk itu, Ranu meminta partisipasi aktif masyarakat dan organisasi-organisasi masyarakat dalam melakukan monitoring atau pemantauan serta mengawasi jalannya proses Demokrasi (Pilkada 2018 dan PemiIu 2019) dengan melaporkan pelbagai bentuk kecurangan, intimidasi, kekerasan, dan lainnya.
Dia mengajak pelaksana, ReIawan dan Simpatisan ataupun Tim Pemenangan dalam berkampanye ketika menggunakan media sosial agar lebih bijak serta beretika dalam menyampaikan informasi serta tidak menyampaikan informasi informasi HOAX ataupun ujaran kebencian.
“Dalam proses berdemokrasi, kami menyarankan bila ada pihak pihak yang tidak merasa puas agar mengajukan gugatan melalui jalur hukum. Mendorong penegak hukum agar bertindak tegas dalam menangani tindak pidana Pilkada atau Pemilu,” jelas Ranu.
















