Investor Lokal Bertambah di Pasar Modal

Investor Lokal Bertambah di Pasar Modal

Prosatu.com Jakarta – Minat masyarakat Indonesia berinvestasi di pasar modal semakin meningkat, yang tercermin dari jumlah investor yang terus bertambah setiap tahunnya.

“Jumlah investor pasar modal hingga 3 Juni 2022 sudah mencapai 8,8 juta orang atau tumbuh 18,6 persen dibandingkan tahun 2021,” ungkap Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan Djustini Septiana dalam media briefing, Selasa (14/6/2022).

Hal yang menggembirakan, investor pasar modal Indonesia kini didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z . Meskipun dari sisi kepemilikan aset masih didominasi oleh generasi kolonial dengan total aset senilai 553 triliun. Sedangkan total aset dari investor milenial dan Gen Z baru senilai 152,4 triliun.

“Lebih dari 80 persen investor pasar modal didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z. Ini artinya 5 atau 10 tahun ke depan, merekalah yang menguasai pasar modal. Meskipun saat ini, kalau kita melihat dari sisi kepemilikan aset, didominasi oleh kelompok usia di atas 51 tahun,” tukas Djustini.

Dominasi investor lokal di pasar modal Indonesia menjadi penopang saat pasar modal menghadapai risiko global, seperti yang terjadi saat ini berupa normalisasi kebijakan dan kenaikan suku bunga di AS yang lebih cepat. Sehingga capital outflow yang terjadi tidak membuat indeks harga saham gabungan atau ISHG merosot tajam.

“Bertumbuhnya investor lokalnyang didominasi oleh kaum milenial dan Gen Z tadi, membuat kekhawatiran akan dampak capital outflow dari investor asing tidak terjadi. Ada penurunan, tapi kemudian diserap kembali oleh investor lokal,” kata Djustini.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat, jumlah perusahaan yang masuk ke lantai bursa juga semakin meningkat. Sampai 3 Juni 2022 sudah ada 21 emiten baru di pasar modal sehingga jumlah perusahaan tercatat di pasar modal saat sebanyak 787 perusahaan.

“Diharapkan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana atau IPO di tahun ini akan melampaui capaian di tahun 2021 yang sebanyak 56 emiten baru. Ada pipeline cukup banyak. Tapi apakah akan terealisasi (melampaui 56 emiten) tergantung pada perkembangan ekonomi yang terjadi,” ucap Djustini.

Sementara itu IHSG sampai penutupan perdagangan hari ini berada ini berada di level 7.049. Level IHSG di atas 7.000 ini menurut OJK merupakan capaian indeks tertinggi yang pernah dicapai di pasar modal Indonesia.

“Karenanya OJK meyakini, untuk pasar modal tren-nya akan terus meningkat di sepanjang tahun ini,” kata Djustini.