Prosatu.com Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar kubu Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) meminta agar pemerintah tidak hanya terfokus pada APBN 2016 saja, tetapi diharapkan pemerintah memperhatikan juga produk domestik bruto (PDB) masyarakat.
Hal itu dikatakan Ical menanggapi kondisi ekonomi nasional saat ini yang tengah mengalami krisis dengan terus anjloknya rupiah terhadap dolar sebesar Rp 14.006.
“Kalau kita bicara ekonomi secara luas, bila mellihat produk domestik bruto (PDB) maka sebetulnya 80 persen dari PDB itu dilakukan oleh masyarakat. Hanya 20 persen yang berada pada APBN sehingga kalau kita memberikan satu fokus perhatian kita pada penanganan APBN saja maka sebetulnya masalahnya tidak akan selesai,” kata Ical di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2015).
Ical juga menyorot penyerapan APBN sekarang yang sangat rendah, yakni di bawah 50 persen di semester pertama di tahun ini. Hal itu juga diakuinya telah mempengaruhi faktor fundamental ekonomi.
“Penyerapan anggaran APBN harus diperhatikan. Pembenahan ekonomi harus dapat dibuat agar masyarakat juga semua bergerak. Kita mengharapkan agar dunia usaha bergerak dengan baik dan cepat, melakukan investasi, serta pemerintah kita tentu memberikan satu dukungan terhadap dunia usaha agar dunia usaha benar dapat bergerak, bukan malah menambah satu beban baru, seperti pajak-pajak baru yang justru memperberat dunia usaha,” tandasnya.
Diketahui, hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 66 poin atau 0,47 persen. Rupiah terpuruk dan sempat menembus level Rp 14.006 dari sesi penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp 13.940 per dolar AS. Rupiah sampai saat ini telah anjlok 12,95 persen sejak dibuka pada awal perdagangan tahun ini di level Rp 12.400 per dolar AS. (we/ps)
















