Harga Sapi Hidup Lebih Mahal

Harga Sapi Hidup Lebih Mahal

sapi

Prosatu.com Jakarta – Penjual daging sapi di Pasar Argosari Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan penurunan permintaan daging sapi menjelang Idul Adha 2015, meski sudah menurunkan harga jual.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Argosari Wonosari Tri di Gunung Kidul, Rabu (9/9/2015), mengatakan harga sapi hidup di pasaran mengalami kenaikan hingga Rp2 juta per ekor menjelang Idul Adha.

“Sekarang harga sapi hidup sudah mahal,” kata Tri.

Ia menduga kenaikan harga hewan hidup ini dikarenakan para pemilik hewan lebih memilih untuk menyimpan hewan mereka untuk dijual nanti saat hari raya Idul Adha.

“Harga sapi hidupnya saja kini naik Rp2 juta per ekor, terlebih sekarang para pemilik hewan lebih memilih menjual hewan mereka dalam keadaan hidup,” kata dia.

Tri mengatakan pada sisi lain, kenaikan harga hewan hidup di pasaran tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat. Menurut dia, masyarakat lebih memilih untuk tidak membeli daging secara berlebihan ketika tidak ada keperluan lainnya.

“Pembeli cenderung mengurangi pembelian daging, mungkin karena mendekati hari kurban,” katanya.

Untuk menarik pembeli, dirinya memilih menurunkan harga daging segar yang dijualnya. Hal ini dikarenakan untuk mengurangi adanya daging hewan mentah yang membusuk karena tidak laku terjual.

“Harga daging sapi kualitas terbaik itu sebetulnya di jual Rp120.000 tapi karena sejak beberapa minggu ini tidak ada yang beli jadi kami turunkan menjadi Rp110.000 per kilogram. Sedangkan harga daging kambing harganya Rp100.000 per kilogram,” kata dia.

Ia berharap pemerintah segera mempunyai solusi atas kondisi ini. Menurut Tri, kondisi ini menyebabkan pedang daging akan mengalami kerugian yang besar.

“Ya kalau bisa harga daging itu jangan sampai naik, sekarang saja daya beli konsumen juga tengah menurun,” katanya.

Salah satu pembeli, warga Wonosari Anjar mengatakan memilih membeli daging dalam jumlah sedikit untuk lauk anaknya. Penurunan pembelian karena sebentar lagi mendekati hari raya. “Ini hanya untuk anak saya, jadi beli sedikit karena besuk mendekati lebaran haji biasanya di rumah banyak daging,” kata dia. (ant/ps)