Prosatu.com Jakarta – Meningkatnya pendidikan di Indonesia menjadikan awal untuk pengembangan karir dimasa depan, di butuhkan segala persiapan untuk mencapai segala yang di harapkan dengan pilihan cerdas memilih perguruan tinggi.
Hal ini tertuang dalam acara seminar yang dilaksanakan Universitas Mpu Tantular Cipinang Besar Jakarta, Selasa, (9/2/2016) dengan memaparkan topik utama, yaitu Pilihan cerdas Pendidikan dan Perguruan Tinggi dan Peluang Karir di Industri Maritim.
Pendidikan yang sebagai awal dari pengembangan karir di masa mendatang merupakan awal untuk karir khusus atau mencapai kualifikasi profesional yang akan membantu dalam karir yang telah ditempuh sudah sewajarnya dilakukan oleh para siswa dengan dibantu guru sebagai pembimbing akademis.
Dalam sambutannya Drs. Triyuswoyo MSc- M.Mar. Eng. mengatakan Negara Indonesia merupakan poros maritim dunia yang tentunya menjadikan kejayaan laut Indonesia.
“Negara kita merupakan poros maritim dunia. Oleh karenanya dalam membangun Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan doktrin geopolitik yang akan membawa kejayaan bangsa Indonesia.” ujar Triyuswoyo.
Untuk memgelola laut Indonesia yang begitu luas dibutuhkan sumber daya manusia yang hadal individu yang cerdas serta berwawasan luas dan tentunya menjadikan daya saing dengan negara-negara lain.
“Tanpa sumber daya yang cukup dan handal, maka laut kita menjadi sesuatu yang kita tidak mampu memanfaatkannya, menjadi ajang bangsa lain leluasa mencuri kekayaan laut kita. Itu berarti keberadaan kita dilaut sendiri tidak dianggap oleh negara lain dan menjadi sumber perlemahan bagi keberadaan, kesejahteraan, ketahanan dan pertahanan bangsa yang kita cintai,” lanjutnya.
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memberikan kesempatan yang besar bagi investasi asing dan bisnis antar negara. Bahkan semakin langkanya pekerjaan saat ini, sehingga mensyaratkan individu harus cerdas, menguasai berbagai bahasa, menguasai teknologi informasi dan memiliki integritas pribadi.
Pemerintah bahkan saat ini memprioritaskan mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim dunia yang maju dan mandiri.pengembangan laut ini menjadi fokus Indonesia pada abad ke-21.
“Untuk yang lulus dari sekolah maritim saat ini belum sampai 1000, dan bahkan saat ini kita kekurangan tenaga SDM dalam kemaritiman. Empu Tantular sudah tinggal landas sejak 2005 tinggal mencerahkan kepada mahasiswa. Saya yakin Universitas Empu Tantular tinggal mempersiapkan anak bangsa. Kita saat ini ada PR besar,” pungkasnya. (hdyt)
















