GM PPLI Beri Terobosan Untuk Kemajuan Bisnis di Indonesia

GM PPLI Beri Terobosan Untuk Kemajuan Bisnis di Indonesia

Prosatu.com Jakarta – Berkembang pesatnya kemajuan teknologi hingga menyentuh seluruh elemen kehidupan bangsa membuat banyak terobosan, tak terkecuali pada dunia industri Tanah Air.

Pesatnya kemajuan teknologi tersebut juga tak bisa terhindar dari munculnya anomali atas pergeseran pola dan perilaku dunia bisnis yang selalu dinamis.

Hendra Thie bersama Dr. Ilyas Indra dan sejumlah tokoh pebisnis milenial menginisiasi terbentuknya organisasi GM PPLI sebagai wadah generasi muda dalam melatih jiwa bisnis agar mampu mengatasi efek negatif revolusi industri 4.0.

Ketua Umum GM PPLI Hendra Thie menjelaskan, ide membentuk GM PPLI sendiri berawal kekhawatiran Hendra melihat minimnya penyerapan tenaga kerja dampak dari revolusi industri 4.0, dirinya merasa harus berbuat sesuatu.

“Minimnya penyerapan tenaga kerja merupakan efek samping demokrasi, dengan penetapan nilai UMR yang cukup tinggi, tentunya beban pengusaha akan semakin meningkat. Bahkan, di tahun 2023 mendatang doperkirakan 16 persen pekerjaan akan hilang dan digantikan robot, ” jelas Hendra saat Launching GM PPLI di Wisma Kemenpora, Senayan-Jakarta Selatan pada Rabu (20/12/2018)

GM PPLI ini adalah wadah generasi muda untuk melatih jiwa bisnisnya, bagaimana cara berjualan, hingga melatih kepemimpinan melalui sejumlah pelatihan reguler.

“Kami berharap apa yang kami lakukan ini dapat membantu menekan angka pengangguran serta membantu perekonomian negaraa,” jelas Hendra.

Sementara itu Esa Sukmawijaya, SP, M.Si mewakili pihak Kementrian Pemuda Olahraga, Sekertaris Deputi I Kementrian Pemuda dan Olahraga mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi inisiasi GM PPLI tersebut, bahkan mempersilahkan penggunaan gedung teater Wisma Kemenpora untuk digunakan secara reguler untuk mendukung kegiatan pelatihan tersebut yang dianggap sangat positif.

“Kita sangat mendukung apa yang dilakukan GM PPLI, selain membantu menjawab tantangan pemuda kedepan yang luar biasa, khususnya pengangguran yang mana dalam hal ini tidak mungkin Kemenpora bisa bekerja sendiri menjawab tantangan para generasi muda tersebut,” jelas Esa