Dinas Pendidikan Kabupaten Kota Selenggarakan Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga

Dinas Pendidikan Kabupaten Kota Selenggarakan Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga

Prosatu.com Jakarta – Untuk membangun Tri sentra pendidikan yang meliputi keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat dimana ketiga pilar itu yang mempunyai peran sentral dalam membangun karakter dan budaya prestasi anak.

“Ketiga pilar tersebut perlu berkolaborasi dan bersinergi untuk saling melengkapi dan saling mendukung, kolaborasi ketiganya diyakini akan memberi dampak positif bagi pencapaian tujuan pendidikan nasional” kata Sopan Adrianto selaku Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam sambutan tertulisnya yang di bacakan oleh Ferry Safarudin selaku Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (DIKMAS) dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta dalam sambutan dan sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga bagi satuan Pendidikan di Aula Gedung P2KPTK2, jalan Budi Utomo, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Selasa 26 September 2017.

Sosialisasi ini di ikuti satuan pendidikan baik formal dan non formal serta pengawas dan penilik yang difasilitasi oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga melalui bentuk pemberian dana bantuan pemerintah.

“Peserta kegiatan berjumlah 573 orang yang terbagi dalam tiga angkatan, perharinya 191 orang selama tiga hari dari 26-28 September 2017, materi kegiatan berdasarkan petunjuk teknis yang Dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga seperti, kebijakan teknis Pelibatan Keluarga dan Masyarakat disatuan pendidikan oleh Palupi Raraswati dari Kemendikbud, Pengasuhan Positif oleh Najela Shihab dari dari yayasan Keluarga Kita, Pendidikan Keluarga di Era Digital oleh Nyimas Diane dan Pelaksanaan Pelibatan Keluarga dan Masyarakat di satuan pendidikan dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, pada akhirnya diharapkan terlaksananya kegiatan sosialisasi program pendidikan keluarga yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel sesuai tujuan yang diharapkan serta tersusunya Rencana Tindak Lanjut sebagai perencanaan implementasi pendidikan keluarga di satuan pendidikan masing-masing” sebut Ibu Rita selaku Ketua Panitia kegiatan ini.

Peserta diharapkan bisa menjadi modeling untuk membantu dan bekerjasama mewujudkan program pendidikan keluarga.

“Tentunya kami harapkan ini bisa menjadi modeling Jakarta bisa menjadi model penyelenggaraan pendidikan keluarga di tingkat nasional, ya kami harapkan seperti itu tentunya tanpa Bapak Ibu mengimplementasikan kegiatan ini di sekolah masing-masing ya tidak akan tercapai tujuan bersama” ajak Ibu Palupi Raraswati dari Kemendikbud.Sedangkan pada materi pengasuhan positif, dijelaskan perbedaan patuh dan disiplin.

” Orang akan patuh contohnya dilampu merah, dia akan berenti kalau ada Polisi, sedangkan disiplin atau kesadaran, jadi mau ada polisi apa nggak yang namanya lampu merah tuh gak dilanggar, kenapa karena sadar kalau saya nyerobot nanti yang lain nih terhambat” kata Ibu Najela Shihab dalam pemaparanya selama 120 menit.Era Digital saat ini memang jamanya, begitu juga dengan pengasuhan anak harus di ikuti.

“Kita harus mendidik anak sesuai dengan jamanya, orang tua harus memantau facebook dan lainya, kita harus menjadi teman anak di medsos, sehingga kita tahu siapa-saja teman dari anak kita, karena diluar sana banyak predator yang akan menjerumuskan anak kita” ajak Nyimas Diane pakar digital dari Yayasan Bakti Asdira.

Sosialisasi Program Pendidikan Keluarga diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta di wilayah jakarta Pusat dengan peserta kepala satuan pendidikan dan pengawas/penilik yang belum pernah mengikuti mengikuti Bimbingan Teknis Penyelenggara Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan.

Satuan Pendidikan meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan sederajat, Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan sederajat, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).