BPJS Kesehatan Harus Sosialisasi Langsung

BPJS Kesehatan Harus Sosialisasi Langsung

logo_bpjs_kesehatan

Prosatu.com Bandung-BPJS Kesehatan harus terlibat sosialisasi langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman lebih optimal kepada masyarakat terkait program dan kondisi terjini layanan jaminan sosial kesehatan itu.

“BPJS harus melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, ikut terjun ke tengah masyarakat. Selama ini terkesan layanan insan BPJS itu sebatas di loket -loket pendaftaran dan layanan saja,” kata Anggota Komisi 5 DPRD Jawa Barat, Maman Abdurrahman di Bandung, Minggu (9/5/2015).

Ia mengatakan mengatakan, sosialisasi tentang BPJS terhadap masyarakat itu tidak jelas, yang mayoritas dilakukan oleh dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Pegawai BPJS termasuk minim mensosialisasikan kepada masyarakat, sementara BPJS adalah instansi vertikal yang ada di pusat.

“Saya kita bila BPJS memiliki tim khusus untuk sosialisasi langsung kepada masyarakat, itu akan lebih baik dan efektif, semua informasi layanan dan kendala bisa tersampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Salah satu contohnya masih banyak pasien yang langsung pergi ke rumah sakit besar untuk berobat, tanpa melalui puskesmas terlebih dahulu. Di sisi lain rumag sakit tidak bisa menolak pasien yang tiba ruang gawat darurat.

“Sosialisasi tentang tingkatan layanan BPJS Kesehatan di fasilitas kesehatan itu perlu lebih ditingkatkan, dan tim BPJS akan lebih efektif menyampaikannya,” kata Maman.

Hal senada juga disebutkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Alma Luciati yang menyebutkan setengah dari jumlah pasien yang berobat jalan ke rumah sakit adalah penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan bisa dilayani di Puskesmas terdekat.

“Menurut aturan BPJS Kesehatan ada 140 fasilitas kesehatan yang harus melayani, dan tidak boleh langsung ke rumah sakit dulu,” katanya.

Artinya kata dia, seharusnya pasien harus melewati tahapan pelayanan, dan itu perlu ada kesadaran dari masyarakat. Itu perlu sosialisasi menerus dengan kadar yang lebih efrktif lagi.

“Masyarakat pun belum paham tentang hal itu, jangan menganggap bahwa peserta BPJS itu adalah orang sudah tahu semuanya,” kata Maman Abdurahman menambahkan. (Ant/ps)