Jakarta – Sejak kehadirannya di Indonesia sekitar 40 tahun lalu BETADINE® telah berkembang pesat dari hanya antiseptik untuk luka sekarang telah berkembang sampai perawatan mulut dan antiseptik untuk area kewanitaan.
Tahun ini menandai suatu babak baru untuk BETADINE® di Indonesia dengan disepakatinya kolaborasi antara PT. Mundipharma Healthcare Indonesia, Mundipharma Laboratories GmbH dan PT. Mahakam Beta Farma untuk membawa kepemimpinan merek dan produksi BETADINE® ke jenjang yang lebih tinggi.
Acara ini dihadiri oleh Kementrian Kesehatan yang diwakili oleh Elza Gustianti, Kepala Biro Seksi Obat, Direktorat Prodis dan juga perwakilan institusi pemerintah terkait lainnya seperti BPOM, BNN dan Dinkes Provinsi.
Acara ini juga dihadiri oleh ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia Prof. DR. Dr. Aru Sudoyo, SpPD, K-HOM yang sekaligus adalah ketua Yayasan Kanker Indonesia. Turut hadir pula perwakilan dari beberapa asosiasi profesi kesehatan dan perwakilan dari beberapa rumah sakit.
Country Manager PT. MUNDIPHARMA Healthcare Indonesia, Mada Shinta Dewi, mengungkapkan, bentuk kerjasama ini, model kemitraan bisnis antara Mundipharma dan PT. Mahakam Beta Farma ini merupakan pendekatan yang unik dimana Mundipharma sebagai pemilik merek BETADINE® dan PT. Mahakam Beta Farma akan tetap menjadi produsennya.
“Kerjasama ini akan membawa kesempatan untuk PT. Mahakam Beta Farma untuk memproduksi BETADINE® untuk pasar internasional melalui jaringan kerja Mundipharma sebagai perusahaan multinasional dengan standar jaminan kualitas internasional,” ujar Mada dalam cara seremonial yang berlangsung di Jakarta, Kamis (19/5).
Beberapa hari yang lalu di Singapura, pihaknya merayakan peresmian pembangunan fasilitas regional baru untuk produksi, riset, dan pengembangan, yang menyediakan rumah baru di Asia Tenggara bagi BETADINE® yang adalah obat antiseptik esensial yang paling terkenal di dunia.
“Kerjasama ini merupakan tonggak penting dan simbolis. Kombinasi dua inisiatif ini memastikan kita siap untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia dengan karakter yang unik saat ini dan saat yang akan datang,” ungkap Presiden untuk Mundipharma Asia Pacific, Latin America, Middle East & Africa, Raman Singh.
“Bentuk baru hubungan ini menjadi sangat penting. Permintaan akan pengobatan yang terbaik di kelasnya seperti BETADINE® berkembang dengan cepat di Indonesia yang merupakan salah satu negara dengan sektor layanan kesehatan terbesar dan paling dinamik yang melayani kebutuhan lebih dari 250 juta orang Indonesia,” tambahnya.
Raman mengungkapkan, dari awalnya, tujuan Mundipharma adalah untuk meringankan penderitaan dan memperbaiki kualitas hidup umat manusia sambil melakukan perubahan. Kami berencana untuk terus berinvestasi di Indonesia sesuai dengan visi perusahaan yang lebih luas untuk menyediakan lebih banyak akses untuk masyarakat terhadap pengobatan yang terjangkau.
Menanggapi kerjasama yang unik ini, Chief Executive Officer PT Mahakam Beta Farma, Nanny Tjandra, mengungkapkan, kerjasama ini akan memungkinkan BETADINE® untuk berkontribusi lebih banyak terhadap pencegahan infeksi di Indonesia dan di luar negeri.
“Kolaborasi ini akan membuka peluang baru bagi PT Mahakam Beta Farma untuk memproduksi BETADINE® bagi pasar internasional melalui jaringan Mundipharma sebagai suatu perusahaan multinasional dan akan menjadikan BETADINE® menjadi “Top Of Mind antiseptic beyond wound care” melalui beragam portfolio baru yang akan dibawanya”, tutur Nanny.
Lebih lanjut, Nanny mengungkapkan, bagi masyarakat Indonesia, kerjasama ini berarti akses yang lebih luas bagi inovasi terbaru BETADINE® dan portofolionya dalam membantu mencegah dan penanganan infeksi.
Dalam presentasi Dr. Jeeve Kanagalingam, Director of the ENT practice at Mount Elizabeth Novena Specialist Center, Singapura, melalui presentasi ilmiahnya yang berjudul “The Modern Role of a Time-Tested Agent to Combat Infection and Improve Cancer Patient Care” ” BETADINE® telah menjadi antiseptik terpercaya selama lebih dari 60 tahun dan terbukti melalui studi in-vitro efektif untuk broad range infectious viruses dan juga efektif untuk menangani Oral Mucositis pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radioterapi – seperti didukung oleh berbagai penelitian ilmiah”. (albi)
















