Prosatu.com Jakarta – Satupena mengajak seluruh penulis untuk bersama-sama memperjuangkan hak agar bisa memajukan perbukuan Indonesia, bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif yang memiliki tugas dan fungsi untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.
Data Subsektor Penerbitan masih di urutan ke-empat (6.29%) dalam kontribusi PD8 Ekonomi kreatif, setelan Kuliner (41.69 %) Fesyen (18.5%) dan Kriya (7.78%). ( Sumber BPS Tahun 2016). “Diharapkan dengan dilangsukannya workshop ini, akan dapat memulai kolaborasi antara penulis, penerbit, dan pemangku kepentingan yang terkait dengan subsektor penerbitan, sehingga dapat mendorong perkembangan dunia kepenulisan dan penerbitan di Indonesia.” Demikian disampaikan oleh Deputi Hubungan Antar lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti, dalam sambutannya pada pembukaan Workshop Penerbit dan Penulis.
Satupena didirikan di Solo pada bulan april 2017 sebagai organisasi yang beranggotakan para penulis, baik penulis buku (berbagai genre), penulis skenario, kartunis, ilustrator, penulis blog, dan sosial media, yang bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan profesi penulis, oleh karena itu Satupena akan berada di garis terdepan memecahkan berbagai persoalan perbukuan yang sangat rumit dan kompleks.
Demikian dikatakan Ketua Umum Satupena, Nasir Tamara di seIa-sela Indonesia lntemationai Book Festival (IIBF) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (ICC), 6-10 September 2017. Dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Satupena (Perkumpulan Persatuan Penulis Indonesia), dan lkatan Penerbit Indonesia (ikapi), akan diselenggarakan Workshop Penulis dan Penerbit, terbuka untuk umum, Sabtu
(9/9) di Merak Room. JCC mulai pukul 09.00 WIB
Pada sesion pertama, workshop membahas tentang “UU Sistem Perbukuan” yang akan menampilkan pembicara Wakil Ketua Umum Hubungan dan kerjasama AntarLembaga Ikatan Penerbit Indonesia, Djaya Subagja, Akademisi dan Pendamping Ahli RUU Buku, Bambang Trimansyah dan pengurus Satupena Geger Riyanto.
Selain membahas UU perbukuan , di sesion kedua akan di bahas “Hak cipta sebagai Fondaso Industri kreatif” dengan pembicara konsultan Indonesia untuk World Intelectual Property Organization (WIPO) Candra Darusman dan Ari Julianto dari Bekraf.
Sedangkan pada sesion terakhir , Workshop mengangkat tema “Pajak dan penulis “dengan pembicara Tere Liye dan Nasir Tamara.
Dalam keterangannya Nasir menjelaskan, penyelenggaraan Workshop Penulis dan Penerbit ini dimaksudkan agar sebagai praktisi di bidang perbukuan, baik penulis, penerbit maupun pemerintah, memiliki kesamaan pemahaman dalam upaya bersama-sama mengembangkan perbukuan di Indonesia.















