Prosatu.com Moskow – Harapan-harapan Rusia untuk dapat lolos ke Piala Eropa 2016 mendapat hantaman pada Minggu (14/6/2015), ketika pasukan Fabio Capello takluk 0-1 dari tamunya Austria.
Penyerang bertubuh besar Marc Janko mencetak gol semata wayang di pertandingan itu untuk Austria, melalui sepakan ‘overhead’ pada menit ke-33 di markas Spartak Moscow, Otkrytie Arena, ketika mereka memperbesar keunggulannya di puncak klasemen Grup G.
Setelah enam pertandingan, Austria yang belum terkalahkan berada di peringkat teratas dengan 16 angka, unggul tujuh angka atas Swedia sebelum mereka bermain menjamu Montenegro pada Minggu malam.
Sementara itu, Rusia menduduki peringkat ketiga dengan delapan angka, unggul tiga angka dari Montenegro dan Liechtenstein.
Dengan hanya satu tim peringkat ketiga terbaik dari sembilan grup yang berhak lolos ke putaran final bersama dua tim teratas dari masing-masing bagian, dan sisanya akan menjalani playoff, tempat Rusia pada putaran final di Prancis tahun depan jauh dari aman.
Tuan rumah Piala Dunia 2018 itu hanya memenangi satu pertandingan pada kualifikasi mereka sejauh ini, saat melawan Liechtenstein pada September silam.
Mereka juga dihadiahi kemenangan 3-0 atas Montenegro setelah pertandingan di Podogorica pada Maret itu dihentikan karena kerusuhan penonton, saat skor masih imbang tanpa gol pada pertengahan babak kedua.
Austria, yang menang 1-0 atas Rusia di Wina pada November, datang ke Moskow tanpa bintang Bayern Munich David Alaba yang cedera, namun perkembangan terkini mereka berlanjut ketika mereka semakin dekat untuk berpartisipasi di turnamen utama untuk pertama kalinya, sejak mereka menjadi tuan rumah bersama untuk Piala Eropa 2008.
Janko, yang bermain untuk klub Australia Sydney FC, memanfaatkan ketidak mampuan Rusia untuk menyapu bola di dalam kotak penalti, melalui sepakan ‘overhead’ yang tidak dapat diantisipasi Igor Akinfeev.
Gol itu terbukti cukup, meski Julian Baumgartlinger menyia-nyiakan peluang bagus untuk menggandakan keunggulan tim tamu.
Pertandingan Rusia berikutnya di fase kualifikasi berpotensi menjadi pertandingan yang menentukan saat mereka menghadapi Swedia pada September. (ant/ps)
















