Prosatu.com Jakarta – Ratusan orang dari berbagai perusahaan menyambangi grand ballroom Menara 165, Jakarta Selatan. Guna mengikuti seminar Asean Corporate Culture Forum (ACCF) bertajuk “Digital Mindset Transformation In Disruptive Era”.
Ary Ginanjar, CEO ESQ Grup menegaskan kegiatan yang diisi oleh narasumber kredibel ini bertujuan memberikan pentingnya transformasi digital bagi sebuah perusahaan.
Tak hanya itu, Ary Ginanjar menjelaskan seminar ini membahas tentang era VUCA, yang mana era VUCA merupakan kondisi yang penuh dengan perubahan yang sangat cepat (Volatile), situasi yang tidak pasti (Uncertainty), situasi yang kompleks (Complexity) dan ambigu (Ambiguity).
“Acara ini merupakan acara ke-14 yang kita (ACT Consulting) adakan. Tujuannya juga untuk memberikan pemikiran bagaimana kita mampu membangun ESDM untuk bisa bersaing kedepan,” ungkap Ary Ginanjar pada sambutannya.
Menurutnya, pada era VUCA ini manusia harus bisa lebih kompeten dalam bersaing. Pasalnya, selain pesatnya kemajuan teknologi, persaingan bisnis juga sangat ketat.
“Pesatnya kemajuan teknologi bukan hanya bisa dilihat dari VUCA. Tetapi, kita juga harus melihat dari diri kita sendiri. Yakni dengan mengetahui bagaimana kita bisa punya kemampuan untuk bertahan pada masa ini’,” ungkapnya.
Sementara itu Menteri Komunikasi dan lnformatika Republik lndonesia, Rudiantara mengatakan masyarakat Indonesia dapat segera beradaptasi dengan perubahan-perubahan, khususnya perubahan yang sangat cepat.
“Jika tidak dapat beradaptasi dengan perubahan maka mereka akan tersingkir dari punah dari lingkungannya dan kami akan lakukan uji publik sebelum permen diterbitkan, setelah itu kita akan lakukan lelang agar operator telekomunikasi dapat bekerjasama dengan frekuensi yang dimiliki pemerintah”, ungkapnya.
















