Prosatu.com Jakarta – Prabowo Subianto ini merupakan kandidat favorit pemilih yang mendambakan karakter yang kuat dan tegas.
Selain itu Prabowo juga memiliki kapasitas untuk memukul mundur kelompok Rasis dan dipandang mampu mengembalikan ketegasan hukum serta kekuatan Gubernur Jakarta yang menjadi tolak ukur Indonesia .
Kans Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di pemilihan gubernur 2017, mengatakan, Menurut saya Prabowo adalah calon Gubernur yang paling memungkinkan utk memenangkan PILKADA DKI 2017.
Dari salah satu langkah yang agresif yang fokus pada investasi di bidang infrastruktur ekonomi, khususnya di daerah kumuh yang miskin, kesehatan berkualitas tinggi dan pendidikan, perlindungan lingkungan, serta pemberantasan korupsi dalam pemerintahan, dan mafia tanah di DKI Jakarta.
Hal ini dijelaskan juga oleh Pengamat Politik dan Hukum Makmur Amir FH UI yang nengatakan bahwa Jika Probowo serius mau jadi presiden, maka hendaknya dan tidak ada salahnya jadi Gubernur DKI Jakarta dulu.
Cara pandang seperti tersebut diatas bahkan tak luput dari pandangan Agus Edy Santoso alias Agus Lenon AKtivis senior Pro Demokrasi, “Prabowo latihan dululah dan turunkan sedikit ego untuk mengabdi terhadap bangsa lewat DKI.
Amsar A. Dulmanan FKGMNU juga berpendapat jikalau dipandang dari ketegasan, Ahok lebih tegas. sebab Ahok lebih mendasari tegasnya secara konstitusi. Sedangkan Prabowo ,masih mempunyai sifat yang emosional karena kebawa sikap ketentaraannya yang mempunyai jiwa sistem komando.
Perlu diketahui bahwa dalam kepemimpinan NKRI adalah kekuasaan civil, yaitu dimana karakteristik militer hadir untuk meneguhkan kedaulatan republik mungkin pada komitmen ketentaraannya atas negara kelebihan dia jika dibandingkan Ahok, mengenai peluruhan “peodalisme” Prabowo bisa bercermin dengan Gusdur konsep Estetika Politiknya, yaitu dalam logika bahwa siapapun dia, sebagai warga negara tetap memiliki hak setara,tanpa diskriminasi dan sama di depan hukum…disinilah Probowo hadir sebagai negarawan.
Amsar A. Dulmanan juga berpendapat Megapolitan Strategis Indonesia pengamat politik perkotaan mengatakan pengabdian itu tidak hitam putih.
Ketokohan Prabowo ini tak akan luntur hanya karena didorong menjadi Gubernur DKI. Toh kemarin ada juga Gubernur DKI yang pernah dia dorong bahkan menjadi rivalnya malah menjadi Presiden.
Ini merupakan hitung-hitung pengabdian total kepada bangsa dan negara serta rakyat dan atas dasar kritikan terhadap sejarah mengapa dulu dia mencalonkan orang yang sekarang berkhinat pada dirinya dan partainya.
Itu merupakan pilihan Prabowo daripada mengulang kesalahan yang sama mendorong orang lagi tanpa jelas track record dan komitmennya lebih baik maju sendiri.
Agus Harta Kader HMI Jakartapun mengatakan, “Jakarta butuh pemimpin yang memiliki pengalaman strategi politik Nasional, sebab jakarta ialah miniatur negara yang dekat dengan pos-pos kekuasaan. Kalau kita riview dipilgub 2012 suara Gerindra masih signifikan kok dijakarta, tidak ada salahnya kalau kita sebagai warga jakarta mengeluarkan Hak pendapat politik meminta kepada Prabowo Subianto untuk memimpin jakarta pada pilgub 2017 nanti.
Jika ingin mengabdi untuk bangsa dan negara, tidak harus melihat latar belakang siapa dirinya.
“Manfaatkan segera kepercayaan masyarakat jakarta dan jangan ditunda-tunda kesempatan emas ini,”pungkasnya. (red/ps)
















