Adu Penalti Chile Hempaskan Argentina

Adu Penalti Chile Hempaskan Argentina

Selebrasi-para-pemain-Chile

Prosatu.com Santiago – Chile mengalahkan Argentina melalui adu penalti pada Sabtu (Minggu WIB) untuk mengakhiri penantian 99 tahun mereka untuk mahkota Piala Amerika, dan mengutuk Lionel Messi untuk membuat dirinya menelan pil pahit di final turnamen internasional utama.

Bintang Arsenal Alexis Sanchez mencetak penalti kemenangan untuk Chile, ketika tuan rumah mengunci kemenangan adu penalti 4-1 saat pertandingan berakhir imbang tanpa gol setelah perpanjangan waktu.

Sanchez mengeksekusi penalti penentuan ke arah tengah tanpa dapat dihalau kiper Sergio Romero untuk memicu kegembiraan luar biasa di depan 45.000 penonton di Estadio Nacional di Santiago.

Chile menguasai adu penalti ketika Gonzalo Higuain melepaskan sepakan penaltinya melewati mistar gawang, sebelum kiper Chile Claudio Bravo menggagalkan eksekusi Ever Banega.

Kapten Argentina Messi, yang bertekad untuk menginspirasi raksasa Amerika Selatan itu untuk meraih gelar internasional perdana dalam 22 tahun, hanya dapat menatap dengan putus asa saat Chile merayakan kemenangan.

Ini merupakan kemenangan perdana Chile atas Argentina di Piala Amerika.

“Ini adalah impian yang menjadi kenyataaan. Kami telah bekerja begitu keras untuk ini,” kata bintang Chile Arturo Vidal.

Gelandang itu mengatakan Chile bertekad memenangi Piala Amerika setelah tersingkir dari Piala Dunia tahun lalu melalui adu penalti.

“Kami membicarakan hal ini di Brazil bahwa kami akan menjuarai Piala Amerika,” kata Sanchez.

“Ini benar-benar generasi yang hebat, kami layak untuk hal ini.” Namun ini merupakan kekalahan pahit lain bagi Messi, hampir setahun setelah Argentina dikalahkan Jerman di final Piala Dunia di Brazil.

Pertandingan harus diteruskan dengan adu penalti setelah pertandingan yang berlangsung sengit selama 120 menit berakhir imbang, di mana tidak ada tim yang mampu mematahkan pertahanan lawannya.

Chile mengawali pertandingan dengan kecepatan yang mengagumkan, sebelum Argentina secara bertahap menguasai jalannya permainan.

Messi, yang kerap dikawal dua atau tiga pemain berkostum merah, nyaris membuka peluang bagi Sergio Aguero dengan umpan bagus pada menit keenam, namun Chile mampu mengamankan situasi.

Di sisi lain Chile mendapat peluang bagus untuk mencetak gol pada fase awal pertandingan, ketika Vidal melepaskan tendangan voli meneruskan umpan silang Sanchez, yang masih dapat ditahan Romero.

Kedua tim kerap mengancam melalui umpan silang, di mana beberapa tekel keras membuat marah wasit asal Kolombia Wilmar Roldan.

Gelandang Chile Charles Aranguiz beruntung dapat selamat dari hukuman atas aksi kerasnya pada Angel Di Maria, yang membuat sang pemain harus menyelesaikan permainannya pada menit ke-29 untuk kemudian digantikan Ezequiel Lavezzi.

Ketika Chile mendesak tanpa henti dan melancarakan serangkaian ancaman ke teritori Argentina, justru tim favorit turnamen yang memiliki peluang-peluang yang lebih baik pada babak pertama.

Argentina nyaris mendapatkan gol pembuka pada menit ke-20 ketika Sergio Aguero meneruskan tendangan bebas Messi dengan sundulan dari jarak dekat, yang masih dapat ditepis Bravo.

Menjelang turun minum Argentina kembali mengancam, dan Javier Pastore memberikan bola kepada Lavezzi yang tembakannya dapat ditahan Bravo.

Babak kedua berlangsung dengan pola serupa, di mana tidak banyak peluang bersih tercipta ketika pertahanan kedua tim kembali menunjukkan kekuatannya.

Sanchez memiliki peluang untuk Chile pada menit ke-82, namun sepakan volinya melebar.

Argentina nyaris mencetak gol kemenangan dramatis pada detik-detik akhir pertandingan, melalui pergerakan bagus yang dimulai setelah Messi merepotkan pertahanan Chile dan mengirim bola kepada Lavezzi di sayap kiri.

Lavezzi meneruskan bola kepada Higuain yang masuk menggantikan Aguero di tiang jauh, namun penyerang Napoli itu tidak mampu menyelesaikan peluang dari sudut sempit dan tembakannya hanya mengenai bagian luar jaring gawang ketika Chile selamat dari ancaman.

Pada masa perpanjangan waktu, Sanchez nyaris memanfaatkan kekeliruan Javier Mascherano, namun tembakannya melambung di atas mistar. (ant/ps)