30 Tahun Ungu, Konser Final Chapter di Jakarta Siap Hadirkan Banyak Kejutan

30 Tahun Ungu, Konser Final Chapter di Jakarta Siap Hadirkan Banyak Kejutan

Prosatu.com Jakarta – Perjalanan 30 tahun band Ungu di industri musik Indonesia akan dirayakan melalui konser akbar bertajuk ANTAM Presents Ungu: Waktu Yang Dinanti – Final Chapter. Digelar Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 19.30 WIB di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, konser ini menjadi momen istimewa bagi para penggemar yang akrab disapa Cliquers.

Dipromotori TipTip.id dan didukung Trinity Entertainment Network, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Ungu telah menyiapkan penampilan spesial untuk menandai tiga dekade perjalanan mereka, lengkap dengan deretan lagu populer dan kolaborasi bersama sejumlah penyanyi ternama.

Lesti Kejora, Rossa, Andien, Kiesha Alvaro, dan Zara Leola akan menjadi bintang tamu yang turut memeriahkan panggung Waktu Yang Dinanti – Final Chapter.

Kehadiran lima bintang tamu tersebut diperkirakan menambah warna dalam pertunjukan, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi penggemar yang telah mengikuti perjalanan musik Ungu sejak awal karier mereka.

90 Persen Tiket Terjual, Sejumlah Kategori Habis

Antusiasme penggemar menyambut konser ini terlihat dari penjualan tiket. COO TipTip, Nuruddin Al Fithroh, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen tiket telah terjual menjelang hari pelaksanaan, dengan sejumlah kategori resmi dinyatakan habis.

Harga tiket sebelumnya dibanderol mulai Rp399.000 hingga Rp1,3 juta. Sementara itu, kategori Golden Festival dan Festival masih tersedia dalam jumlah terbatas melalui kanal resmi TipTip.id.

Nuruddin mengatakan, persiapan konser ini menjadi tantangan tersendiri bagi TipTip. Selain merayakan 30 tahun perjalanan musik Ungu, acara tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berkesan bagi para penggemar.

Menurutnya, setiap elemen pertunjukan dipersiapkan secara detail, mulai dari penampilan musik hingga pengalaman penonton selama berada di lokasi acara.

TipTip juga menyiapkan sejumlah kejutan yang belum diungkap kepada publik

Ungu Siapkan Penampilan Berbeda

Bagi Ungu, konser ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan kembali karya-karya yang telah menemani perjalanan hidup banyak pendengar selama tiga dekade.

Vokalis Ungu, Sigit Purnomo Said atau Pasha, mengatakan bandnya mempersiapkan penampilan secara lebih intens untuk menjawab ekspektasi para Cliquers.

Ungu ingin menjaga energi pertunjukan sejak lagu pertama hingga penutup, sehingga penonton dapat merasakan perjalanan musik mereka dalam satu malam yang istimewa.

Sementara itu, bassist Ungu, Makki Omar Parikesit, mengungkapkan bahwa persiapan konser tidak hanya berfokus pada pengulangan penampilan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Band ini mencoba melihat kembali lagu-lagu mereka dari perspektif berbeda, tanpa menghilangkan karakter musik yang selama ini dikenal penggemar.

Dari sisi performa, drummer Muhamad Nur Rahman atau Rowman menyoroti pentingnya menjaga konsistensi energi dan memastikan setiap perpindahan segmen pertunjukan berjalan mulus.

Adapun gitaris ritme Franco Wellviat Kusuma atau Enda menyebut penggarapan musik turut melibatkan eksplorasi terhadap sejumlah lagu. Beberapa lagu akan tetap dibawakan dengan aransemen yang dikenal pendengar, sementara bagian lainnya mendapat sentuhan berbeda.

Gitaris utama Arlonsy Miraldi atau Oncy menambahkan, tim Ungu tengah menyiapkan ritme pertunjukan, kejutan, serta sejumlah momen yang baru dapat dirasakan langsung oleh penonton di dalam venue.

Persiapan tersebut memperlihatkan upaya Ungu untuk menjaga identitas musik mereka sekaligus memberikan pengalaman baru dalam perayaan 30 tahun berkarya.

ANTAM Dukung Industri Musik dan Ekonomi Kreatif

Konser ini juga mendapat dukungan dari PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan industri musik dan ekonomi kreatif nasional.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial ANTAM, Handi Sutanto, mengatakan musik memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai generasi dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat.

Menurut Handi, dukungan terhadap konser Ungu merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan panjang band tersebut dalam memberikan warna bagi industri musik Indonesia.

Melalui kolaborasi ini, ANTAM juga ingin semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem kreatif nasional.

Bagi Ungu dan para Cliquers, konser Waktu Yang Dinanti – Final Chapter menjadi kesempatan untuk merayakan perjalanan musik yang telah berlangsung selama tiga dekade.

Dengan penjualan tiket yang telah mencapai sekitar 90 persen, sederet bintang tamu, serta persiapan pertunjukan yang menjanjikan sejumlah kejutan, konser ini menjadi salah satu agenda musik yang dinantikan di Jakarta pada akhir Oktober 2026.