Peringati Hari Pneumonia Sedunia 2025, Cegah Pneumonia: Setiap Tarikan Napas Berharga

Peringati Hari Pneumonia Sedunia 2025, Cegah Pneumonia: Setiap Tarikan Napas Berharga

Prosatu.com Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Pneumonia Sedunia (World Pneumonia Day) yang jatuh pada tanggal 12 November 2025, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyerukan pentingnya

pencegahan, deteksi dini, dan penanganan tepat pneumonia sebagai langkah krusial menyelamatkan nyawa dan menurunkan beban penyakit pernapasan di Indonesia. Pneumonia masih menjadi penyebab utama kematian pada anak di bawah 15 tahun dan kelompok lanjut usia.

Data Kementerian Kesehatan RItahun 2024 menunjukkan bahwa pneumonia menyumbang angka

kesakitan dan kematian yang signifikan , terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan

terbatas. Pneumonia tidak hanya terjadi pada anak dan lansia, namun juga individu dengan daya tahan tubuh rendah. Dengan vaksinasi, deteksi dini, dan pengendalian faktor risiko seperti polusi udara dan rokok, kita dapat mencegah ribuan kematian setiap tahunnya.

Tahun ini tema global hari pneumonia sedunia adalah “Cegah Pneumonia : setiap tarikan napas

berharga” . Tema ini sejalan dengan Misi PDPI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat

terhadap pentingnya kesehatan paru. PDPI menyelaraskan upaya tersebut dengan mendorong beberapa pilar utama dan mengajak tenaga medis, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam :

1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan upaya perbaikan gizi, perbanyak buah dan sayur, istirahat cukup, tidak stress, konsumsi vitamin, rutin berolahraga agar tetap fit

2. Tetap menerapkan protokol kesehatan dimanapun berada mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit, memakai masker serta beristirahat jika sedang sakit, mejalankan etika batuk yang baik dan benar.

3. Meningkatkan cakupan imunisasi untuk pencegahan pneumonia (terutama vaksin pneumokokus, influenza dan vaksin lain yang direkomendasikan untuk kelompok rentan)

4. Menekan faktor risiko lingkungan marilah kita bersama sama mengurangi polusi udara. Asap Industri, asap kendaraan, pembakaran sampah, asap rokok, penggunaan bahan bakar dalam rumah tangga tanpa ventilasi yang memadai yang dapat memperburuk kondisi paru. Kita juga harus bersiap saat menghadapi cuaca ekstrim.

5. Meningkatkan akses diagnosis dan pengobatan pneumonia di fasilitas kesehatan mulai dari layanan primer hingga rujukan, termasuk ketersediaan alat diagnostik foto toraks, laboratorium sederhana, oksigen, obat-obatan dan perawatan yang terstandar.

6. Mendorong edukasi publik agar mengenali gejala pneumonia dan segera mencari pertolongan medis.

7. Menggunakan antibiotik secara bijak dianjurkan untuk tidak menggunakan antibiotik tanpa indikasi atau tanpa resep dokter.

8. Kendalikan penyakit komorbid mengontrol penyakit lain yang dapat mempermudah seseorang terkena pneumonia (contoh : Diabetes Melitus, HIV, penyakit jantung dan paru kronik, penyakit ginjal dan hati kronik, stroke, penyakit lain dan penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh)

9. Stop merokok menghirup asap rokokbaik pada perokok aktif, pasif, maupun asap rokok ketiga tasap rokok yang menempek di benda/lingkungan sekitar) dapat merusak silia dan melemahkan fungsi pertahanan paru, sehingga mempermudah seseorang mengalami penyakit infeksi paru.

Sebagai bagian dari peringatan ini, PDPI menggelar berbagai kegiatan edukatif seperti webinar ilmiah, kampanye di media sosial, pengembangan pedoman klinis terbaru untuk diagnosis dan tatalaksana pneumonia serta vaksinasi. PDPI juga aktif dalam edukasi dan sosialisasi di media massa dalam hal stop merokok serta dampak pencemaran udara terhadap kesehatan paru.PDPI akan terus berupaya melakukan advokasi kepada pemangku kebijakan untuk perbaikan regulasi dalam menghadapi penyakit katastropik ini. Kita harus bergerak dari sekedar pengobatan ke investasi dalam pencegahan dan perbaikan kualitas udara.

Kami berharap, melalui momentum” Hari Pneumonia Sedunia” ini, seluruh masyarakat semakin

sadar bahwa paru sehat adalah modal pentingbagi kualitas hidup dan produktivitas bangsa.