Prosatu.com Jakarta – Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama lebih serius dalam mempromosikan olah raga kepada perempuan Nahdlatul Ulama melalui Pekan Olahraga Nasional (POP). Acara ini nantinya akan diselenggarakan mulai Agustus mendatang di tiga zona berbeda; Semarang untuk region Jawa Tengah dan Jogjakarta; Tulungagung untuk region Jawa Timur; dan di Bogor untuk region Jawa Barat; Banten dan DKI.
Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini menyebut, olah raga bukan hanya kegiatan yang didominasi oleh para pria, namun juga kaum perempuan.
“Kesannya kan olah raga hanya untuk atlet, terus laki-laki. Masyarakat biasa, kemudian perempuan juga harus senang olah raga,” katanya dalam acara pembukaan Pekan Olahraga Perempuan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).
Pembukaan ini sendiri ini ditandai dengan pelemparan bola ke angkasa oleh Anggia Ermarini bersama dengan Deputi Tiga Bidang Pembudayaan Olah Raga Kemenpora, Raden Isnanta.
Dalam perlombaan ini ada tiga jenis olah raga yang dilombakan yakni bola voley, badminton, dan olah raga tradisional gobak sodor. POP ini sendiri bertujuan untuk mentradisikan gaya hidup sehat bagi perempuan Indonesia. Selain itu, juga untuk memperat persaudaraan antarpeserta dari latar belakang yang berbeda, memperkuat rasa kebangsaan, membangun karakter kompetitif sekaligus sportivitas untuk membangun bangsa.
Anggia menambahkan terdapat banyak hal yang dihasilkan dari berolah raga, misalnya dapat menyatukan budaya, membuat sehat, meningkatkan kinerja, dan membuat senang.
“Target utama pelaksanaan POP bukanlah hanya prestasi, tetapi menjadikan olah raga sebagai gaya hidup sehingga mereka lebih sehat,” pungkas Anggia.
PP Fatayat NU sebagai penyelenggara POP juga didukung penuh oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai badan otonom dari NU, Fatayat NU selalu menjunjung tinggi nilai-nilai ke NU an yaitu tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), taadul (keadilan)
















