Dengungkan kembali keluarga berencana, BKKBN Bangun Kampung KB

Dengungkan kembali keluarga berencana, BKKBN Bangun Kampung KB

Prosatu.com Jakarta – Inisiatif dengungkan kembali keluarga berencana lewat program Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi upaya Keluarga Kecil Berencana Nasional (BKKBN) untuk meggalakan kembali program KB di setiap lapisan masyarakat.

Kita ketahui Mulai tahun 2016, Badan Keluarga Kecil Berencana Nasional (BKKBN) memprakarsai inisiatif baru yang disebut “Kampung KB” dengan sasaran daerah perkotaan padat penduduk.

Dalam peresmian Kampung KB Di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Cililitan Jakarta Timur Ramdan Muhaimin Staf Ahli Komisi DPR RI menjelaskan Seperti diketahui, pemerintah mencanangkan gerakan keluarga berencana pada akhir 1970an dengan tujuan meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi dan menurunkan jumlah angka kelahiran bayi. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua.

“Meski telah dijalankan selama sekitar puluhan  tahun, nilai-nilai keluarga kecil sejahtera tampaknya saat ini tidak bergema sebelum pada zaman Soeharto dulu”, ungkap Ramdan di kawasan Kampung KB RPTRA Cililitan Jakarta,(21/12/2017).

Namun Program KB akan bergema kembali dan dapat menjangkau masyarakat, terutama yang berada di desa-desa, dusun-dusun, dan kampung-kampung di seluruh Indonesia hal ini juga disampaikan Perwakilan BKKBN Widwidiono.

“Peningkatan ini salah satunya lantaran imbas dari program pemerintah Kampung Keluarga Berencana (KB) yang di Mulai tahun 2016, Badan Keluarga Kecil Berencana Nasional (BKKBN) memprakarsai inisiatif baru yang disebut “Kampung KB”,ujarya.

Hingga tahun 2017 ini lanjut Widwidiono, Ribuan kampung KB telah terbangun di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia tentu nya ini untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

Dan perlu di ketahui Kampung KB diimplementasikan sebagai kolaborasi multi sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar sekaligus untuk mengubah pola pikir masyarakat.

“Jadi kampung KB ini Sangat membantu bagi ibu ibu yang tadinya jauh jadi deket  ber-KB di sini, sebelumnya di Puskesmas, jadi lebih deket dan lebih praktis”, tutup Widwidiono.

Pemerintah mencanangkan gerakan keluarga berencana pada akhir 1970an dengan tujuan meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi dan menurunkan jumlah angka kelahiran bayi. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua.Meski telah dijalankan selama sekitar 30 tahun, nilai-nilai keluarga kecil sejahtera tampaknya saat ini tidak bergema saat ini.