ASTRABI Konsen Terhadap Perkembangan Budaya Silat Tradisi Betawi

ASTRABI Konsen Terhadap Perkembangan Budaya Silat Tradisi Betawi

Prosatu.com Jakarta – Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (ASTRABI) yang berkantor Sekretariat di Jalan Dewi Sartika No.85 Jakarta ini, sangat  konsen dengan  budaya silat tradisi Betawi maupun Budaya tradisi Pencak silat di seluruh Indonesia karena budaya silat tradisi hilang maka jati diri  bangsa negara kita Indonesia tercinta akan hilang. Inilah yang harus kita waspadai dan khawatirkan kenapa? Karena Pihak asing seneng menghajar dan menghancurkan tradisi budaya bangsa kita Indonesia.

“Coba anda baca sejarah para pejuang kita masa lalu si Pitung dan Bang Jampang dari Betawi mereka gigih melawan pejajahan, pasalnya ketika datang dari bangsa Eropa dengan berbagai macam budayanya yang mereka bawa ke Indonesia dengan tujuan menjajah maupun merampas sendi-sendi kehidupan budaya bangsa di Indonesia dan coba lihat juga kondisi saat ini, datangnya  kaum wahabi dari negara persia dan Arab, mereka anggap seluruh yang dibilang budaya itu haram atau bid’ah, Apa jadinya kalau  budaya dan tradisi bangsa kita hilang,  maka bangsa kita Indonesia akan kehilangan jatidirinya,”Demikian dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (Ketum ASTRABI) Anwar Albatawi usai memberikan sambutan di acara
Festival Kampung Bayur “Gerak Kreasi Jurus Silat Tradisi”  dalam rangka menyambut hari Jadi Kabupaten Tangerang ke 74. Bertempat di Desa lebak Wangi  Kecamatan Sepatan Timur  Kabupaten Tangerang. Provinsi Banten. Selasa (5/12/17)

Menurut Anwar bahwa, ini artinya kami melalui ASTRABI mendorong kepada pemerintah jangan cuma memberikan himbauan saja, akan tetapi pemerintah harus membuat regulasi yang memang pada akhirnya kita sebagai pelaku budaya silat tradisi mendapatkan ruang untuk berbuat, sehingga kita mendapatkan dukungan tidak hanya moril tapi yang paling penting juga adalah diberikan pendanaan,” nah sekarang saya konsen kepada budaya silat tradisi kalau kita lihat budaya silat tradisi di Indonesia itu lebih kurang dari 600 aliran yang 300 aliran ada di Jakarta terus saat ini apa yang dibuat pemerintah Melalui segala macam aturannya ? Mereka hanya asik dengan aturan-aturan yang mereka buat tapi mereka tidak pernah mau turun melihat  kebawah kondisi persilatan di seluruh Indonesia padahal pemerintah menginginkan prestasi dari para Pesilat ,”ungkapnya

IMG-20171206-WA0015-320x192

Selanjutnya Anwar Albatawi menegaskan dimana Pemerintah pada acara Festival Kampung Bayur “Gerak Kreasi Jurus Silat Tradisi” seperti ini aja gak ada yang turun? Kecuali pemerintah itu inginnya cuma tingkatan nya prestasi itu yang mereka pikirkan silat prestasi tidak ada tanpa adanya silat tradisi nah dari silat tradisi inilah timbulah ide organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), dan kewajiban  IPSI itu adalah apa ? Yang tentunya untuk Mengembangkan silat tradisi untuk mendorong silat prestasi itu yang harus dilakukan bukan berdiam diri saja menunggu perilaku yang ada dibawah untuk berbuat.

“Enak bener yang diatas tinggal nyomot doang para pesilat. Yang adil adalah ketika mereka membuat regulasi bagaimana memperhatikan yang ada dibawah untuk mengangkat prestasi Indonesia,”Tegasnya

Kemudian Anwar mengatakan kalau ditanya tentang silat bagaimana dengan silat tradisi? Ya kalau silat prestasi saya bilang ga ada apa-apa nya, orang sumbernya ada disitu silat tradisi tapi nanti alasan lPSI loh kalau silat tradisi kita bawa ke prestasi bahaya mbah mu bahaya, orang mereka akan terlatih kok kalau mereka b
Terlatih ya tidak akan bahaya. Nih pelaku yang menciptakan artis juga mempertanyakan saya apakah ketika prestasi yang dari tradisi terus  mengikuti yang prestasi gak bisa? Bisa buktinya anak buah saya dari silat tradisi sudah banyak yang punya prestasi.

lPSI itu dibentuk oleh sekian banyak aliran perguruan silat, nah kalau saya bilang tadi ada 600 lebih aliran yang ada di Indonesia masa hanya segelintir orang yang ada di lPSI gak mau membuka diri. Seharusnya IPSI mempelopori untuk  formulasikan semua aliran menjadi silat nasional dengan memiliki jurus Indonesia itu yang harus di ciptakan, IPSI harus merubah mainsett lama kalau kita silat mau maju kenapa? Silat diluar negeri sekarang menjadi acuan untuk militer mereka menjual silat sedemikian rupa agar akhirnya mereka bisa menjual mahal sumber kita yang ada di sini,

IMG-20171206-WA0009-258x194

“ini ironis bagi para guru silat jangan kan menjual mahal kalau ada muridnya yang bayar aja sudah senang Alhamdulillah sementara kalau anak saya mau latihan taekwondo saja sudah jelas minimal bayar 100 ribu per bulan. Sedangkan mereka para  pelatih silat untung-untung sebulan dibayar 10 ribu gitu lo.. Kenapa kita gak mau mengemas budaya silat itu menjadi sebuah industri bidang  usaha baru,”ucap Anwar Albatawi

Anwar Albatawi berharap Pencak Silat atau Budaya Silat Tradisi ini jangan dibiarkan aja lepas dari perhatian pemerintah mauapun IPSI coba disetiap kacamatan sampai setiap Kabupaten ada kejuaraan silat yang juara itu dimudahkan untuk mendapatkan Bea siswa di sekolah  itu aja pastinya orang akan mengejar silat bukan lagi taekwondo dan karate,”saya kalau ada orang dari pihak mana saja apalagi pihak pemerintah timbang ngomong aja, nggak berbuat saya gedek nya minta ampun,”tuturnya

Anwar mengajak pada  Pemerintah ayo doong berbuat jangan cuma ngomong saja. contoh, misalkan di hari ulang Tahun TNI dan Polri  lupakan itu taekwondo, karate, dan jenis bela diri lainnya yang berbau Asing, mulai saat ini ayo kita ganti dengan gelaran menampilkan  10.000  orang pesilat diseluruh Indonesia suruh atraksi di sana baru hebat, jangan wah ada beladiri, beladirinya apa? Lagi-lagi taekwondo, lagi-lagi semua dari luar negeri, dengan uang yang kita punya untuk ngembangin beladiri orang lain itu namanya jujur saya katakan sangat goblok, “kalo kita orang Indonesia mainsett kita harus rubah perkaya itu tentang ke Indonesiaan kita melalui budaya itu aja,” Imbuhnya

Anwar Albatawi juga mengakui  sangat gemes kenapa gemesnya karena banyak orang menjadi pejabat lebih suka yang asing gak peduli dengan yang berbau nasional tapi dengan bangga nya bilang gua NKRI gua bangsa Indonesia Bhineka Tunggal Ika apa artinya kalau budaya ditinggalin, sekali lagi perkuat bangsa ini dengan tetap memperkuat budaya tradisi bangsa.

Sementara itu ditanya wartwan soal Aturan dari persilat, Anwar Albatawi menjawab  kalau gak salah dari persilat itu kalau yang memiliki hak untuk menjadi ketua persilat itu Asosiasi Silat Dunia itu Indonesia, Brunai dan Malaysia Alhamdulillah sampai saat ini masih di pimpin Pak Prabowo artinya Ketua Pencak Silat masih milik Indonesia tapi kalau nanti kita gak tau tiba-tiba Malaysia nyogok gelontorin duit. Bisa bahaya tuh jadi ketua persilat mereka maka sekretariat pindah ke Kuala Lumpur maka tambah goblok lah bangsa Indonesia. Maka tadi saya itu sudah bilang I Don’t Care jangan sama dengan Pemilu ketika you lagi butuh baru you deketin orang. “ayo sekarang  saatnya kita berbuat demi budaya silat tradisi kita yang ada disini jangan tinggal diem saja.”jelasnya

“Jika para pejabat yang tidak mau peduli dan tidak mau berbuat untuk silat pegang omongan saya kita yang ada dibawah pasti akan lumpuh, dan kalau misalkan  memang mereka tidak mau peduli sama kita maka kita juga pastinya gak peduli.”katanya

Jadi begini ASTRABI itu sebenernya intinya adalah membantu pengembangan budaya yang bersumber pada silat namun basic dari pada perjuangan itu bagaimana mensejahterahkan para pelaku silat terutama guru-guru silat maka jangan heran ketika kita mengembangkan silat tapi kita juga mengembangkan industri ada di para pesilat mulai dari pakaian, atribut, musik dan segala macemnya itu semua sudah kita bantu  kembangkan , tujuannya apa? para pesilat tidak hanya hidup dari mengajar tapi juga hidup dalam berdagang itu yang kita harus kembangkan, pemberdayaan ekonomi kreatif  yang kita kembangkan. ” Saya menghimbau pada pemerintah ataupun para Pengurus IPSI setengah jam aja perhatiin tuh para pesilat gak banyak-banyak sebulan setengah jam aja ngeliat para pesilat latihan pasti mereka lebih terpacu untuk mengejar prestasi Silat nya,”ujarnya

Selain itu Anwar meminta agar pemerintah mencoba memberikan mereka para pesilat tradisi untuk berlatih silat  misalkan di GOR Kabupaten setiap minggu tidak dipungut biaya apalagi
Perda Gubernur  NO.4 tahun 2015 Tentang Budaya Betawi agar semua ada icon Betawi seperti pencak silat, Ondel-ondel, Gigi balang, baju kebaya krancang dan lainnya

Perlu diketahui bahwa Astrabi telah mengelar Festival Kampung Bayur  “Gerak Kreasi Jurus Silat Tradisi” tersebut
dibuka oleh Camat Sepatan Timur Bapak Mulyadi dan disaksikan oleh  Kepala Dinas olahraga daerah Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik yang mewakili Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar.

“Astrabi mengelar Festival Kampung Bayur ini agar dapat diteruskan dan  dilestarikan ke anak generasi kita klo bukan kita siapa lagi,”

*PEMENANG AJANG KREASI JURUS SILAT TRADISI, FESTIVAL KAMPUNG BAYUR sesuai keputusan dengan Dewan Juri Ke 1. Ichsan wartawan Senior Pengamat Olahraga dan Dewan Juri ke 2.Ibu Fifi Muntako Pengamat Budaya Betawi serta Dewan Juri ke 3.Bang Lukman Pelaku Persilatan DKI Jabodetabek. Diantaranya

1.Dengan Kategori perorangan :

Juara 1 : Ahmad Yusuf Maulana (Gado-Gado Betawi)
Juara 2 : Ahmad Sadjili ((Beksi Kong Oting)
3. Anjar Wibisono (Beksi Tradisional H.Hasbullah/Beksi EPE)

Harapan 1 : M. Dheny Akbar (Baringin Sakti)
Harapan 2 : Febriansyah (Lumbung Harapan)
Harapan 3 : Juni Ardiansyah (Cingkrik Kali Mati)

2. Beregu :

Juara 1 : Beksi Kong Ba’ih/Sanggar Pisang Batu.
Juara 2 : Beksi Kong Oting/Sanggar Putra Batur Kali.
Juara 3 : Bek di Tradisional H.Hasbullah/Brksi EPE

Harapan 1 : Patjishoma
Harapan 2 : PBKJ. H.Risan
Harapan 3 : Gado-Gado Betawi/Sanggar Besan.